MAKASSAR — Jersey spesial HUT ke-111 PSM Makassar diperkenalkan sehari sebelum tanggal ulang tahun klub, 2 November 2026. Peluncuran berlangsung di Lantai 19 Graha Pena, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, dan menjadi penanda kembalinya identitas visual lama ke kostum pertandingan.
Manajer PSM Makassar Muhammad Nur Fajrin menyebut pemilihan emblem lawas sebagai keputusan yang disengaja, bukan sekadar tren desain.
"Elemen paling menonjol adalah hadirnya logo lama PSM, bukan emblem yang kami gunakan saat ini. Logo tersebut menyimpan rekam jejak sejarah yang panjang dan terpatri kuat dalam ingatan para pendukung sejak awal 2000-an," ujar Fajrin.
Bagi suporter Juku Eja, emblem tersebut bukan gambar biasa. Lambang itu menandai periode ketika PSM mulai membangun basis pendukung yang solid di Makassar dan sekitarnya. Kembalinya logo lama menyasar memori kolektif yang sudah terbentuk lebih dari dua dekade.
Fajrin menempatkan langkah ini sebagai penghormatan kepada generasi sebelumnya. Menurutnya, keberadaan PSM hari ini tidak bisa dilepaskan dari fondasi yang dibangun para senior.
"Keberadaan PSM hingga hari ini tentu tidak lepas dari perjuangan serta fondasi kuat yang ditinggalkan oleh para generasi terdahulu," ungkapnya.
Jersey HUT ke-111 hadir dalam dua pilihan. Varian merah marun disiapkan untuk kostum kandang, sementara balutan warna emas dipakai untuk laga tandang. Logo sponsor utama, Bosowa, tetap terpasang di bagian dada.
Yang membedakan dari kostum reguler adalah kehadiran logo Adidas Trefoil, simbol lini Adidas Originals yang diperkenalkan sejak 1972. Elemen ini memperkuat nuansa retro yang diusung klub pada edisi kali ini.
Perpaduan emblem klasik, Trefoil, dan palet warna lama menghasilkan identitas visual yang berbeda dari jersey kompetisi sehari-hari. Klub menyebutnya sebagai koleksi terbatas yang bernilai sejarah.
Jersey ini tidak berhenti sebagai memorabilia. Skuad PSM dijadwalkan mengenakan kostum baru tersebut saat berhadapan dengan De Reds FC dalam lanjutan League Cup 2026/2027 di Surabaya, Selasa (3/11/2026).
Artinya, debut jersey retro berlangsung hanya dua hari setelah peluncuran di Makassar. Pendukung bisa langsung melihat bagaimana kostum bernuansa nostalgia itu tampil di lapangan pada laga resmi.
Bagi PSM, perayaan usia ke-111 tahun berjalan beriringan dengan agenda kompetisi yang belum selesai. Jersey khusus ini menjadi cara klub menautkan sejarah panjang dengan pertandingan yang sedang dijalani skuad saat ini.