MAKASSAR — Manajemen dan tim pelatih PSM Makassar memilih menuntaskan agenda kompetisi Super League sebelum menyusun rencana untuk League Cup musim 2026-2027. Pelatih kepala Darije Kalezic menyebut pembahasan soal kedalaman skuad untuk turnamen itu belum pernah dibuka, baik dengan para pemain maupun pihak manajemen.
Kondisi itu membuat PSM belum bisa memastikan siapa saja pemain yang akan memperkuat tim di ajang tersebut. Termasuk soal pemain asing, yang kuotanya dibatasi ketat oleh pengelola kompetisi.
Kuota Tiga Pemain Asing Jadi Kendala Utama
Pengelola kompetisi (ILeague) hanya menyediakan kuota untuk tiga legiun asing di League Cup. Aturan itu memaksa Kalezic memilih secara cermat dari sejumlah pemain asing yang saat ini memperkuat Juku Eja.
“Kami belum menentukan siapa tiga pemain asing yang akan diturunkan di League Cup. Hal itu baru akan kami bahas nanti,” tutur Darije Kalezic, dikutip pada Rabu (14/10/2026).
Pernyataan itu menegaskan bahwa keputusan soal pemain asing masih jauh dari final. Kalezic belum memberi indikasi siapa yang berpeluang besar masuk daftar tiga nama tersebut.
Pemain Lokal Minim Menit Bermain Bakal Dapat Panggung
Selain urusan pemain asing, arsitek tim asal Bosnia dan Herzegovina itu juga belum mengetok palu soal daftar pemain lokal. Namun, ia memberi sinyal kuat bahwa League Cup akan dimanfaatkan sebagai ajang bagi pemain lokal yang selama ini jarang mendapat menit bermain di Super League.
“Kami juga berencana memberi kesempatan tampil bagi para pemain lokal lainnya,” tambahnya.
Langkah itu dinilai masuk akal mengingat padatnya jadwal Super League membuat rotasi pemain menjadi kebutuhan. Pemain pelapis bisa membuktikan kualitasnya tanpa harus menunggu kompetisi utama bergulir.
Bersaing dengan Dua Kontestan Kasta Kedua
PSM Makassar tergabung dalam Grup K Zona Timur 2. Di fase ini, mereka akan bersaing melawan dua kontestan dari kasta kedua (Championship), yakni Persipura Jayapura dan De Red FC.
Komposisi grup itu membuat PSM menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda dari yang biasa mereka temui di Super League. Dua tim Championship umumnya tampil dengan motivasi tinggi saat menghadapi klub kasta tertinggi.
Meski demikian, Kalezic belum mengungkap target spesifik maupun strategi khusus untuk menghadapi kedua lawan tersebut. Semua masih menunggu rampungnya pembahasan internal tim soal komposisi skuad.