MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sudah menjalin komunikasi dengan BBPJN Sulawesi Selatan untuk menindaklanjuti kerusakan jalan di kawasan samping Tol Ir. Sutami. Koordinasi itu menyusul keluhan sejumlah pengguna jalan yang melintasi jalur tersebut.
Kondisi jalan beserta koordinasi perbaikan tersebut dilaporkan portal detikSulsel pada 29 Oktober 2026. Sampai sekarang, belum ada kepastian soal jadwal pengerjaan maupun target penyelesaian perbaikan.
Kerusakan permukaan jalan ditemukan di beberapa lokasi, mencakup wilayah Tamalanrea, Parangloe, serta kawasan pergudangan. Pengendara diminta lebih waspada saat melintasi bagian jalan yang berlubang atau permukaan tidak rata.
Data soal jumlah titik rusak, panjang ruas terdampak, dan tingkat kerusakan belum bisa dipastikan. Penilaian risiko di tiap titik perlu disesuaikan dengan kondisi kerusakan di lapangan.
Kawasan sekitar Tol Ir. Sutami memegang peran strategis bagi pergerakan kendaraan di Makassar. Jalur ini dilewati kendaraan menuju kawasan pergudangan dan aktivitas distribusi barang.
Kerusakan pada permukaan jalan berpotensi menghambat kelancaran perjalanan. Dampaknya tidak hanya dirasakan pengendara pribadi, tetapi juga arus pengiriman barang yang melintasi ruas tersebut.
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyerukan kepada BBPJN agar menangani kerusakan jalan yang termasuk tanggung jawab pengelola jalan nasional. Permintaan itu disampaikan setelah Pemprov Sulawesi Selatan menerima laporan soal kondisi jalur tersebut.
Informasi ihwal kerusakan jalan samping Tol Sutami pertama kali dimuat detikSulsel pada 29 Oktober 2026. Hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian mengenai jadwal dimulainya pengerjaan maupun target penyelesaian perbaikan.