MAKASSAR — Direktur Perlindungan Sosial Nonkebencanaan Kemensos, Faisal, mengatakan penyaluran paket sembako kepada keluarga penerima manfaat dan orang tua siswa Sekolah Rakyat berlangsung di Makassar, Kamis (29/10). Bantuan menyasar keluarga yang berada pada desil 1 hingga 4 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yakni kelompok masyarakat dengan kondisi sosial ekonomi terbawah.
"Atas arahan Bapak Menteri Sosial Saifullah Yusuf, kami menyalurkan paket sembako kepada keluarga penerima manfaat dan orang tua siswa Sekolah Rakyat. Bantuan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Sumpah Pemuda dan satu tahun Sekolah Rakyat," kata Faisal dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).
Penyaluran dilakukan melalui dua direktorat di lingkungan Kemensos. Direktorat Perlindungan Sosial Nonkebencanaan menyalurkan 2.000 paket kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako, serta orang tua siswa Sekolah Rakyat di Kota Makassar.
Dari jumlah itu, 1.250 paket disalurkan kepada KPM PKH dan Program Sembako di Kecamatan Biringkanaya, sementara 750 paket lainnya diberikan kepada orang tua siswa Sekolah Rakyat. Penyaluran bagi KPM di Biringkanaya dipusatkan di Kantor Kelurahan Paccerakang, sedangkan bantuan bagi orang tua siswa dilaksanakan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Sulsel.
Setiap paket senilai Rp200.000 berisi beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, minyak goreng 1 liter, satu kaleng sarden, dan satu kotak teh celup.
Jalur kedua melalui Direktorat Pemberdayaan Sosial Keluarga Miskin dan Rentan. Kemensos menyalurkan 3.000 paket sembako senilai total Rp600 juta kepada KPM PKH dan Program Sembako di Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Gowa.
Distribusi bantuan dilakukan melalui Dinas Sosial Provinsi Sulsel. Isi paket jalur ini berbeda: beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kilogram, dua kaleng sarden, dan tiga kaleng susu masing-masing berukuran 189 mililiter.
Salah satu penerima bantuan, Ardah, warga Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya, menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah kepada keluarganya.
"Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas bantuan PKH dan sembakonya untuk keluarga kami. Mudah-mudahan Bapak diberikan kekuatan dan kesehatan dalam mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Ardah.
Penyaluran sembako ini menandai satu tahun berjalannya program Sekolah Rakyat, yang menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera. Kelompok penerima di ketiga wilayah ditetapkan berdasarkan data DTSEN, sehingga bantuan diarahkan ke rumah tangga dengan kondisi ekonomi paling rentan.