SULAWESI SELATAN — Bayi yang baru mulai MPASI bisa tidak BAB hingga tiga hari saat sistem pencernaannya beradaptasi dengan makanan padat. Sebelum panik, ada lima langkah rumahan yang bisa ibu coba di rumah, mulai dari mengatur serat hingga pijat ILU, plus tanda kapan harus ke dokter.
Peralihan dari ASI atau susu formula ke makanan padat memang mengubah pola buang air besar bayi. Frekuensi, warna, hingga tekstur feses bisa bergeser dalam beberapa minggu pertama MPASI.
Dokter anak dan juru bicara American Academy of Pediatrics (AAP), Joanna Dolgoff, MD, menjelaskan bahwa setiap bayi punya ritme sendiri. "Beberapa bayi bisa buang air besar berhari-hari tanpa mengalami masalah sama sekali, sementara yang lain mungkin buang air besar setiap hari tetapi kesulitan mengeluarkan fesesnya," ujarnya dikutip dari Parents.
Tidak BAB tiga hari belum tentu sembelit. Mengutip John Hopkins Medicine, anak baru disebut sembelit jika BAB kurang dari tiga kali dalam seminggu disertai tinja keras dan kering.
Perhatikan juga apakah bayi tampak kesakitan saat mengeluarkan tinja, mengejan berlebihan, atau rewel. Jika fesesnya tetap lunak dan bayi aktif menyusu, kondisi ini umumnya masih dalam batas normal.
Ada empat pemicu yang paling sering muncul pada masa transisi ini. Mengenali penyebabnya membantu ibu memilih solusi yang tepat.
Buah pir, pepaya, ubi jalar, dan brokoli bisa jadi pilihan pertama. Sajikan dalam bentuk lumat atau tekstur yang sesuai kemampuan makan bayi.
Pastikan semua bahan dimasak hingga lunak untuk mencegah tersedak. Dokter anak Jennifer Shu, MD, co-author buku Heading Home With Your Newborn, menyebut perubahan pola makan memang membantu melancarkan pencernaan bayi usia 6 bulan ke atas.
Setelah makan, bayi usia 6 bulan ke atas boleh diberi air putih sesuai takarannya. Cairan menjaga konsistensi feses tetap lunak.
Ingat, ASI atau susu formula tetap jadi sumber minuman utama sampai usia 12 bulan. Jangan menggantinya dengan air putih dalam jumlah berlebihan.
Teknik pijat "I Love You" membantu meredakan perut kembung yang sering menyertai susah BAB. Gerakannya membentuk huruf I, L, dan U di atas perut bayi.
Siapkan minyak bayi, hangatkan di telapak tangan, lalu pijat lembut searah jarum jam. Lakukan saat bayi tenang, misalnya setelah mandi.
Gerakan tubuh merangsang kerja usus. Letakkan bayi tengkurap dengan pengawasan, atau gerakkan kakinya seperti mengayuh sepeda.
Lakukan beberapa menit setiap kali mengganti popok. Cara sederhana ini sering membantu mempercepat keluarnya feses.
Kombinasikan karbohidrat, protein hewani, sayur, dan buah dalam setiap piring. Menu monoton rendah serat membuat BAB makin sulit.
Catat menu harian bayi selama beberapa hari. Pola ini memudahkan ibu melihat makanan mana yang membuat pencernaannya lebih lancar.
Segera konsultasi jika bayi tidak BAB lebih dari tiga hari disertai tangis terus-menerus, perut keras dan kembung, muntah, atau menolak menyusu. Feses berdarah juga jadi tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan.
Bayi di bawah 6 bulan yang sulit BAB sebaiknya langsung diperiksa dokter tanpa mencoba penanganan rumahan lebih dulu.
Perubahan pola BAB di awal MPASI adalah bagian dari adaptasi. Dengan serat cukup, cairan terpenuhi, dan sentuhan pijat ILU, pencernaan bayi biasanya kembali lancar dalam beberapa hari.