SULAWESI SELATAN — Sebanyak 20.500 penonton dari luar negeri membeli tiket konser Kanye West di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Angka itu disebut promotor Raw Vision Collective sebagai jumlah penonton internasional terbanyak dalam sejarah pertunjukan tunggal di Indonesia. Australia memimpin daftar pembeli, disusul Malaysia dan Singapura yang bersaing ketat.
Marketing & Communications Lead Raw Vision Collective, Karen Tjahja, menyatakan pihaknya mencatat 20.500 pembeli tiket dari mancanegara hingga menjelang hari pertunjukan. Menurut Karen, capaian itu belum pernah terjadi pada konser tunggal mana pun di Indonesia.
"Dengan bangga kami sampaikan bahwa sampai saat ini ada 20.500 teman-teman dari luar negeri yang sudah membeli tiket," ujar Karen Tjahja.
Data promotor menunjukkan Australia menjadi negara asal pembeli tiket terbanyak di luar Indonesia. Malaysia dan Singapura menyusul di posisi berikutnya dengan selisih yang tipis.
Lachlan, penggemar asal Melbourne, Australia, menyebut Jakarta sebagai satu-satunya peluang menyaksikan Kanye West secara langsung. Menurut dia, tur ini tidak menyentuh kawasan Asia Tenggara maupun Oseania.
"Dia (Kanye West) tidak datang ke tempat lain di Asia Tenggara atau Oseania. Jadi, ini mungkin satu-satunya kesempatan untuk melihatnya," kata Lachlan di kawasan GBK, Jakarta, Sabtu (24/10).
Lachlan menempuh penerbangan sekitar 12 jam untuk tiba di Jakarta. Biaya yang dikeluarkannya mencapai 3.000 hingga 4.000 dolar Australia, setara Rp38 juta sampai Rp50,9 juta. "Dan itu sangat sebanding," ujarnya.
Cerita berbeda datang dari Odne, penggemar asal Kepulauan Faroe, Denmark. Ia tidak sengaja menjadikan konser Kanye West sebagai agenda utama kunjungannya ke Indonesia.
"Saat ini saya dan teman-teman sedang menjalani perjalanan backpacking. Jadi, kami memutuskan untuk menonton konser Kanye karena kebetulan kami sedang berada di sini," ujar Odne.
Odne menegaskan rombongannya tidak terbang khusus demi konser tersebut. Estimasi biaya yang dikeluarkannya untuk menonton Kanye West di Jakarta berkisar Rp10 juta hingga Rp20 juta.
Komposisi penonton lintas negara ini memberi sinyal berbeda bagi industri pertunjukan lokal. Selama ini konser artis internasional di Jakarta lebih banyak mengandalkan pembeli tiket dalam negeri, dengan penonton asing datang secara sporadis.
Kehadiran 20.500 penonton mancanegara mengubah hitungan itu. Promotor kini punya alasan merancang kampanye tiket lintas negara sejak awal, bukan menjadikan pasar luar negeri sebagai sasaran sisa.
Bagi Lachlan dan Odne, keputusan terbang ke Jakarta tetap dihitung sebagai pengeluaran yang masuk akal. Keduanya sama-sama menempatkan akses terhadap penampilan langsung Kanye West sebagai faktor utama, bukan harga tiket atau jarak tempuh.