MAKASSAR — Penghargaan TPAKD Award 2026 diterima Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman di hadapan Presiden Prabowo Subianto yang hadir langsung dalam Rakornas bertema "Percepatan Akses Keuangan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia". Forum itu mempertemukan pemerintah daerah, OJK, dan industri jasa keuangan dari seluruh provinsi.
Bagi Pemprov Sulsel, pengakuan ini bukan hasil kerja satu instansi. Andi Sudirman menyebut kolaborasi pemerintah kabupaten/kota, OJK, asosiasi pengusaha, dan mitra kerja sebagai penentu utama predikat provinsi berkinerja terbaik di wilayah Sulawesi.
Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat di Sulsel hingga Oktober 2026 mencapai Rp14,65 triliun. Angka itu menempatkan Sulsel di posisi lima besar nasional dan menyumbang sekitar 5,68 persen dari total penyaluran KUR secara nasional.
Menurut Andi Sudirman, capaian tersebut lahir dari pertumbuhan UMKM lokal yang masif di daerah-daerah. Pelaku usaha mikro dan kecil dinilai semakin aktif memanfaatkan kredit KUR sebagai sumber permodalan.
"Keberhasilan ini tentu lahir dari dorongan pertumbuhan UMKM lokal yang sangat masif di daerah-daerah dalam memanfaatkan penyaluran kredit KUR," kata Andi Sudirman dalam keterangan yang dikutip dari berita-sulsel.com.
Dalam Rakornas, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan strategis terkait program Asta Cita. Gubernur menyatakan Pemprov Sulsel siap menjalankan arahan tersebut, khususnya mempercepat akses permodalan bagi pelaku UMKM.
"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang hadir langsung dalam Rakornas TPAKD. Beliau memberikan arahan strategis untuk mewujudkan program Asta Cita, khususnya dalam pemerataan ekonomi, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan kesejahteraan rakyat," ujar Andi Sudirman.
Fokus arahan itu menyentuh tiga hal sekaligus: pemerataan ekonomi antarwilayah, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Bagi daerah, percepatan akses keuangan menjadi pintu masuk untuk mengeksekusi ketiganya di tingkat akar rumput.
TPAKD dibentuk untuk memperluas jangkauan layanan keuangan hingga ke desa dan kelompok masyarakat yang selama ini belum tersentuh bank. Di Sulsel, forum ini melibatkan pemerintah kabupaten/kota sebagai ujung pelaksana di lapangan.
Raihan TPAKD Award 2026 disebut menjadi modal Pemprov Sulsel untuk memperkuat inklusi keuangan dan menggerakkan roda ekonomi daerah secara berkelanjutan. Penyaluran KUR yang besar di satu sisi menunjukkan serapan pembiayaan yang tinggi, namun di sisi lain menuntut pendampingan agar kredit produktif tidak berujung pada gagal bayar.
Pemprov Sulsel belum memerinci program lanjutan pasca-penghargaan, termasuk target inklusi keuangan untuk 2027. Yang jelas, posisi lima besar nasional dalam penyaluran KUR menjadi tolok ukur awal yang akan diuji pada realisasi anggaran tahun berikutnya.