SULAWESI SELATAN — Gelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) ke-33 telah usai. Penyelenggaraan selama 11 hari di ICE BSD City, Tangerang, yang berakhir Minggu (9/8), meninggalkan sejumlah catatan penting bagi industri otomotif nasional. Bukan cuma soal jumlah pengunjung yang tembus hampir setengah juta orang, tapi juga perubahan perilaku calon pembeli yang terlihat jelas tahun ini.
Total pengunjung mencapai 496.378 orang dengan rata-rata durasi kunjungan sekitar lima jam per orang. Angka ini bukan sekadar statistik; durasi yang lama mengindikasikan pengunjung tidak hanya datang untuk melihat, tetapi benar-benar mempertimbangkan pembelian.
Fakta yang lebih menarik adalah peningkatan aktivitas test drive. Lebih dari 26.000 perjalanan uji coba tercatat selama pameran, naik sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini adalah sinyal yang sangat kuat bahwa pasar otomotif Indonesia sedang dalam fase pemulihan dan kepercayaan diri konsumen untuk mengeluarkan uang dalam jumlah besar sedang meningkat.
GIIAS 2026 diikuti oleh lebih dari 65 merek otomotif, terdiri dari 43 merek mobil penumpang, tujuh merek kendaraan niaga, 13 merek sepeda motor, dan lima perusahaan karoseri. Lebih dari 150 merek industri pendukung juga turut meramaikan ekosistem pameran.
Dari puluhan peluncuran tersebut, beberapa nama menonjol sebagai favorit pengunjung. Hyundai IONIQ 9 menyabet gelar Favourite Battery Electric Vehicle, sementara Honda Prelude e:HEV menjadi Favourite Hybrid Car. Menariknya, untuk kategori kendaraan yang paling banyak digunakan dalam sesi test drive berdasarkan jenis penggeraknya, Mitsubishi XFORCE, Wuling Air EV, dan Jetour T2 i-DM menjadi pemenangnya. Data ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia kini serius menjajal langsung teknologi elektrifikasi sebelum memutuskan membeli.
Menjelang penutupan, GIIAS menggelar Exhibitor Night pada Sabtu (8/8) sebagai bentuk apresiasi. Penghargaan diberikan dalam berbagai kategori, mulai dari booth terfavorit hingga kendaraan pilihan media.
Untuk kategori kendaraan, Mazda All New CX-5 dinobatkan sebagai Favourite SUV, Kia All New Carens sebagai Favourite MPV, dan Toyota bZ4X Touring sebagai Favourite Crossover. Sementara itu, pilihan media untuk peluncuran terbaik jatuh kepada Jetour T2 i-DM untuk kategori SUV dan Nissan Fairlady Z untuk Sedan.
Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika, menyebut antusiasme ini sebagai bukti bahwa industri otomotif punya tempat tersendiri di hati publik. Namun, kita perlu membaca data ini dengan lebih hati-hati. Angka test drive yang tinggi memang menjanjikan, tetapi belum tentu berbanding lurus dengan angka penjualan riil di diler.
Yang perlu diperhatikan adalah durasi kunjungan yang mencapai lima jam. Ini bisa berarti pengunjung menikmati fasilitas pameran yang nyaman, tetapi juga bisa berarti mereka kebingungan memilih karena terlalu banyak opsi. Ketua Penyelenggara Pameran, Anton Kumonty, menyebut keberagaman merek sebagai pemicu, namun dari sisi konsumen, banyaknya pilihan justru bisa memperpanjang waktu pengambilan keputusan.
Kehadiran Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi GIAC serta kunjungan sejumlah pejabat seperti Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menko Polkam Djamari Chaniago menunjukkan bahwa industri ini menjadi perhatian serius pemerintah. Ini wajar, mengingat sektor otomotif adalah salah satu kontributor utama PDB manufaktur nasional.
Pada akhirnya, GIIAS 2026 berhasil membuktikan bahwa pamor pameran otomotif di Indonesia belum meredup. Namun, tantangan sebenarnya ada di tangan para pabrikan: bagaimana mengonversi 26 ribu test drive dan hampir setengah juta pengunjung menjadi angka penjualan yang tercatat di diler sepanjang sisa tahun ini.