Aparat Gabungan TNI-Polri Kuasai Hotel Sultan, 12 Massa Penolak Eksekusi Diamankan

Penulis: Ujang Rahmat  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 13:06:31 WIB
Aparat gabungan TNI-Polri menguasai Hotel Sultan setelah bentrokan dengan massa penolak eksekusi.

SULAWESI SELATAN — Operasi pengamanan eksekusi di Hotel Sultan berlangsung alot sejak pagi. Aparat gabungan TNI-Polri akhirnya menguasai seluruh area hotel setelah massa pendukung pihak tergugat mundur terkena tembakan water cannon.

Pantauan di lokasi menunjukkan, aparat masuk melalui pintu utama setelah terjadi dorong-dorongan dengan massa yang menghadang. Massa melempari petugas dengan batu dan botol air mineral sebelum akhirnya terdorong keluar dari area hotel.

Belasan Massa Diamankan, Ruangan Disisir

Setelah menguasai area luar, aparat bergerak ke dalam gedung. Sejumlah orang yang diduga sebagai provokator diamankan dan digiring keluar hotel.

"Kami menangkap 12 orang yang melakukan pelemparan dan menghalangi petugas menjalankan tugas," ujar seorang perwira di lokasi yang enggan disebutkan namanya.

Di dalam hotel, aparat menyisir setiap ruangan untuk memastikan tidak ada lagi perlawanan. Proses evakuasi berlangsung cepat dan terkendali setelah massa utama mundur ke luar pagar hotel.

Kronologi Bentrok: Dari Lemparan Batu hingga Water Cannon

Bentrokan bermula saat massa yang menolak eksekusi memblokade pintu masuk. Mereka menolak petugas masuk ke area hotel yang menjadi objek sengketa lahan.

Aparat yang membawa peralatan pengendalian massa mencoba bernegosiasi, namun upaya itu gagal. Lemparan batu dan botol dari arah massa memaksa aparat mengambil tindakan tegas.

Water cannon ditembakkan beberapa kali ke arah kerumunan. Massa perlahan mundur, memberi celah bagi aparat untuk menerobos masuk.

Sengketa Lahan Hotel Sultan: Eksekusi yang Tertunda

Hotel Sultan merupakan salah satu aset yang menjadi sengketa perdata berkepanjangan. Eksekusi hari ini merupakan tindak lanjut dari putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Pihak yang kalah dalam perkara ini sebelumnya beberapa kali mengajukan upaya hukum, namun kandas di tingkat kasasi dan peninjauan kembali. Penguasaan hotel oleh aparat hari ini menandai babak baru dalam sengketa lahan yang berlangsung bertahun-tahun.

Pihak pemenang eksekusi dipastikan akan mengambil alih pengelolaan hotel dalam waktu dekat.

Pascakejadian: Pengamanan Diperketat

Hingga sore hari, aparat masih berjaga di sejumlah titik strategis di dalam dan luar hotel. Situasi berangsur kondusif.

Tidak ada korban luka serius dalam insiden ini, namun sejumlah petugas dilaporkan mengalami luka ringan akibat lemparan. Polda Metro Jaya menyatakan akan menahan para demonstran yang diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Mereka dijerat dengan pasal menghalangi petugas yang sedang menjalankan tugas dan kekerasan terhadap aparat.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top