SULAWESI SELATAN — Format baru dengan 48 peserta menjadi perubahan paling fundamental dalam edisi kali ini. Sebelumnya, Piala Dunia hanya diikuti 32 tim sejak 1998. Ekspansi ini menambah jumlah pertandingan secara signifikan dan membuka peluang bagi lebih banyak negara untuk merasakan panggung terbesar sepak bola global.
Ini bukan pertama kalinya Piala Dunia digelar bersama-sama. Jepang dan Korea Selatan sukses menjadi tuan rumah bersama pada 2002. Namun, lompatan 2026 jauh lebih besar: tiga negara dengan tiga federasi berbeda—CONCACAF dan CONMEBOL (Kanada dan Meksiko)—bergabung dalam satu pesta.
Kanada menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya sejak edisi perdana 1930-an. Meksiko, sementara itu, mencetak rekor sebagai negara yang paling sering menjadi tuan rumah Piala Dunia—kini untuk ketiga kalinya setelah 1970 dan 1986. Amerika Serikat kembali menggelar turnamen ini setelah 1994.
Laga pembuka dijadwalkan pada Kamis pekan depan, dengan partai final berlangsung pada 19 Juli 2026. Sebanyak 80 pertandingan akan tersebar di 16 stadion yang tersebar di tiga negara. Beberapa venue ikonik seperti Stadion Azteca (Meksiko) dan Stadion MetLife (New Jersey, AS) menjadi sorotan utama.
FIFA belum merilis secara resmi jadwal lengkap babak penyisihan grup. Namun, laga pembuka diperkirakan akan mempertemukan tuan rumah Amerika Serikat dengan lawan yang masih diundi.
Penambahan 16 tim berarti lebih banyak negara dari Asia, Afrika, dan Amerika Latin yang akan berlaga. Bagi Indonesia, meski belum lolos, format baru ini membuka asa lebih realistis untuk kualifikasi edisi 2030 mendatang. Sebab, slot Asia bertambah dari 4,5 menjadi 8 tiket langsung.
Piala Dunia 2026 juga menjadi edisi dengan jeda waktu terpanjang dari turnamen sebelumnya—empat tahun penuh sejak Argentina juara di Qatar pada Desember 2022.