MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyebut pengungkapan kasus penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi oleh aparat kepolisian dan TNI sebagai langkah strategis di tengah dinamika energi global. Ia menilai praktik ini dilakukan secara terstruktur dan berdampak besar terhadap masyarakat.
“Barang bukti yang berhasil diamankan menunjukkan praktik penyalahgunaan subsidi energi dilakukan secara terstruktur dan berdampak besar terhadap masyarakat. Karena itu, langkah penegakan hukum seperti ini harus terus diperkuat,” ujar Andi Sudirman saat menghadiri konferensi pers di Makassar.
Polda Sulsel mengamankan berbagai barang bukti dalam operasi ini. Total ada satu kapal tanker, dua kapal SPOB, 18 mobil tangki, 17 kendaraan penumpang, dan enam dump truck yang disita.
Untuk BBM subsidi, polisi menyita 229.123 liter solar dan 3.031 liter pertalite. Selain itu, aparat juga mengamankan 332 jeriken solar, 12 tandon berkapasitas 1.000 liter, serta 1.541 tabung LPG 3 kilogram.
Andi Sudirman menekankan pentingnya momentum pengungkapan ini. Menurutnya, di saat dunia tengah fokus pada persoalan energi dan bahan bakar minyak, aparat berhasil membongkar praktik penyelundupan migas bersubsidi.
“Di tengah dinamika global yang saat ini banyak memfokuskan persoalan energi dan BBM, justru kita berhasil mengungkap praktik penyelundupan bahan bakar migas bersubsidi. Ini dilakukan pada waktu yang sangat tepat,” jelasnya.
Gubernur Sulsel berharap pengungkapan ini menjadi efek jera bagi pelaku lain. Ia mendorong aparat penegak hukum untuk terus memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap penyalahgunaan energi bersubsidi yang merugikan negara dan masyarakat.
“Langkah penegakan hukum seperti ini harus terus diperkuat,” tegas Andi Sudirman.