Pencarian

200 Wali Asuh dan Wali Asrama Sekolah Rakyat di Sulsel Ikrar Kerja Totalitas di Hadapan Mensos

Minggu, 27 September 2026 • 11:04:32 WIB
200 Wali Asuh dan Wali Asrama Sekolah Rakyat di Sulsel Ikrar Kerja Totalitas di Hadapan Mensos
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menghadiri kegiatan penguatan pengasuhan wali asuh dan wali asrama Sekolah Rakyat se-Sulawesi Selatan di BBPPKS Makassar, Jumat (25/9/2026).

Sebanyak 200 wali asuh dan wali asrama Sekolah Rakyat se-Sulawesi Selatan membacakan ikrar kerja totalitas di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar, Jumat (25/9/2026). Ikrar tersebut disampaikan langsung di hadapan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam kegiatan penguatan pengasuhan. Para pengasuh menyatakan siap diberhentikan apabila terbukti melakukan pelanggaran.

MAKASSAR — Ratusan wali asuh dan wali asrama Sekolah Rakyat (SR) se-Sulawesi Selatan mengucapkan ikrar kerja totalitas dan penuh empati di hadapan Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Pembacaan ikrar berlangsung dalam kegiatan penguatan pengasuhan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar, Jumat (25/9/2026).

Ikrar tersebut memuat komitmen untuk bekerja dengan disiplin, penuh tanggung jawab, dan siap menerima konsekuensi berupa pemberhentian jika terbukti melanggar aturan. Kegiatan ini diikuti 200 peserta pelatihan yang bertugas mendampingi siswa-siswi Sekolah Rakyat di berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Mensos Tekankan Dua Hal: Disiplin dan Tanggung Jawab

Dalam arahannya, Gus Ipul menegaskan bahwa wali asuh dan wali asrama memiliki peran krusial sebagai kompas moral bagi para siswa. Ia menekankan pentingnya dua prinsip utama yang harus dipegang teguh oleh setiap pengasuh.

"Ini yang saya titipkan, dua ini saja. Satu, disiplin, dua, tanggung jawab. Dua-duanya ini dilaksanakan, itu sungguh bisa menuntun kerja kita," kata Gus Ipul di hadapan 200 peserta pelatihan.

Menurut Mensos, kedisiplinan dan tanggung jawab bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi yang menentukan kualitas pengasuhan di lingkungan Sekolah Rakyat. Tanpa keduanya, tujuan pendidikan karakter bagi siswa sulit tercapai.

Wali Asrama Diminta Jadi Teladan, Bukan Sekadar Pengawas

Gus Ipul menyebut para wali asuh dan wali asrama berperan sebagai teladan sehari-hari bagi siswa-siswi. Sikap dan perilaku mereka, kata dia, akan menjadi contoh langsung yang membentuk karakter anak-anak asuh.

Karena itu, ia meminta seluruh pengasuh menjalankan tugas dengan penuh kesadaran, bukan hanya menjalankan kewajiban administratif. Pendekatan pengasuhan yang empatik dinilai lebih efektif membangun kedekatan dengan siswa.

Kegiatan penguatan pengasuhan ini menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan bagi tenaga pengasuh Sekolah Rakyat. Pemerintah berharap pelatihan serupa dapat memperkuat kapasitas wali asuh di seluruh wilayah.

Follow sulsel24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: makassar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks