Pencarian

Feri Yudoyono Raih Perunggu Asian Games 2026, Berharap Jadi Polisi

Sabtu, 26 September 2026 • 22:04:01 WIB
Feri Yudoyono Raih Perunggu Asian Games 2026, Berharap Jadi Polisi
Pebalap sepeda Feri Yudoyono tiba di Jakarta dengan medali perunggu Asian Games 2026, Sabtu (26/9/2026).

SULAWESI SELATAN — Pebalap sepeda Feri Yudoyono pulang ke Tanah Air dengan medali perunggu Asian Games 2026, Sabtu (26/9/2026). Di balik pencapaian itu, atlet nomor cross country mountain bike ini menyimpan cita-cita lain seusai pensiun: menjadi anggota Polri.

Feri tiba di Jakarta bersama sejumlah rekan setim, termasuk Sayu Bella Sukma Dewi yang juga menyumbang perunggu dari nomor cross country mountain bike. Kedatangan mereka disambut sebagai bagian dari kontingen Indonesia yang berlaga di Jepang.

Perasaan lega sekaligus bangga mewarnai kepulangan Feri. Ia mengaku bersyukur bisa membawa pulang medali dan menjalani seluruh rangkaian perlombaan tanpa hambatan berarti.

"Perasaannya senang sekali bisa bawa medali ini ke Tanah Air dan alhamdulillah juga di Jepang diberi kelancaran selama perlombaan. Sangat bahagia bisa dapat medali perunggu buat Indonesia," ujar Feri di Jakarta.

Bersaing Ketat dengan Pebalap China dan Jepang

Jalur menuju podium tidak mulus. Feri harus menembus dominasi dua pebalap China dan dua pesaing tuan rumah Jepang yang tampil konsisten sejak lap awal.

Dari delapan lap yang dilakoni, komposisi persaingan berubah menjelang akhir. Seorang pebalap Kazakhstan yang semula ikut memimpin mulai tertinggal, menyisakan Feri sebagai satu-satunya penantang di antara kuartet China dan Jepang.

"Cukup berat karena dari delapan lap, lap awal China dua, Jepang dua, Kazakhstan satu. Di lap kelima, Kazakhstan tertinggal, jadi China dua, Jepang dua, saya sendiri. Kurang dua lap tinggal empat orang, jadi berebut top tiga," ceritanya.

Jatuh di Setengah Lap Terakhir, Emas Lepas Lima Detik

Momen paling menegangkan terjadi saat Feri sudah berada di posisi berebut medali emas dan perak. Ia terjatuh di setengah lap terakhir dan kehilangan momentum untuk menempel ketat dua pebalap di depannya.

Jarak menuju garis finis yang tersisa kurang dari satu kilometer membuat peluang mengejar tipis. Feri menyebut selisih akhir dengan peraih medali di atasnya hanya sekitar lima detik.

"Setengah lap, saya berebut di medali emas dan perak, saya jatuh. Saya mengejar lagi sudah tidak sampai karena sudah terlalu dekat ke finis, enggak sampai satu kilo, enggak dapat, cuma selisih lima detik-an," ungkapnya.

Meski nyaris mendapat emas, anak bungsu dari dua bersaudara ini memilih bersyukur. "Ya kecewa ada, cuma saya mikir ya wis ini rezeki saya di perunggu," katanya.

Bonus Belum Jelas, Cita-cita Jadi Polisi Sudah Bulat

Soal bonus, Feri mengaku belum mengetahui akan digunakan untuk apa. Ia juga menyebut belum ada janji khusus dari federasi terkait bentuk apresiasi atas medali perunggu tersebut.

Yang jelas di pikirannya, karier sebagai atlet tidak akan berlangsung selamanya. Feri ingin menyiapkan jangka panjang, dan pilihannya jatuh pada profesi anggota Polri.

"Inginnya jadi polisi," ucapnya tegas.

Keinginan itu bukan sekadar soal jaminan masa depan. Feri ingin mewujudkan impian sang ayah yang berharap salah satu anaknya menjadi polisi atau tentara.

"Ya mungkin mikir jangka panjangnya gak bakal jadi atlet terus sampai tua. Mumpung masih Kapolri. Saya sudah bicara Pak Agung. Karena ayah ingin salah satu anaknya jadi polisi atau tentara, jadi saya ingin mewujudkannya," kata Feri.

Follow sulsel24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sport.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks