SULAWESI SELATAN — Nilai tukar dolar Amerika Serikat berbalik melemah ke level Rp 17.845 pada pembukaan perdagangan pagi ini, turun 0,22% dari penutupan sebelumnya di Rp 17.884. Pelemahan terjadi setelah dolar AS bergerak variatif terhadap sejumlah mata uang utama dunia, dengan data RTI Business menunjukkan posisi Rp 17.817 atau turun 0,16%.
Sementara itu, data RTI Business menunjukkan dolar AS melemah 0,16% ke level Rp 17.817. Meski melemah harian, dolar AS masih mencatat penguatan 6,84% sepanjang 2026.
Pergerakan Dolar AS terhadap Mata Uang Utama Dunia
Dolar AS bergerak variatif terhadap sejumlah mata uang negara besar lainnya pagi ini. Berikut rinciannya:
- Terhadap euro (EUR), dolar AS turun 0,12%
- Terhadap poundsterling (GBP), dolar AS melemah 0,16%
- Terhadap dolar Australia (AUD), dolar AS turun 0,18%
- Terhadap yen Jepang (JPY), dolar AS menguat 0,15%
- Terhadap dolar Kanada (CAD), dolar AS naik 0,12%
- Terhadap franc Swiss (CHF), dolar AS menguat 0,13%
Penguatan 6,84% Sepanjang 2026 Masih Jadi Sorotan
Meski melemah di pembukaan pagi ini, dolar AS masih mencatat penguatan signifikan sepanjang 2026. Penguatan 6,84% year-to-date menunjukkan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut dalam jangka panjang.
Pelemahan harian dolar AS pagi ini terjadi di tengah pergerakan variatif terhadap mata uang utama dunia. Dolar AS menguat terhadap yen Jepang, dolar Kanada, dan franc Swiss, namun melemah terhadap euro, poundsterling, dan dolar Australia.
Dampak bagi Pelaku Pasar dan Bisnis
Bagi pelaku pasar valuta asing, pelemahan dolar AS pagi ini membuka peluang koreksi teknikal jangka pendek. Namun tren penguatan 6,84% sepanjang tahun masih menjadi faktor utama yang perlu dicermati.
Importir yang membutuhkan dolar AS untuk pembayaran dapat memanfaatkan pelemahan pagi ini untuk melakukan hedging atau pembelian. Sebaliknya, eksportir perlu memperhatikan tren jangka panjang yang masih menunjukkan penguatan dolar AS terhadap rupiah.
Pergerakan dolar AS terhadap mata uang utama dunia yang variatif mencerminkan sentimen pasar yang masih menunggu data ekonomi global selanjutnya. Pelaku pasar disarankan memantau perkembangan data Bloomberg dan RTI Business sepanjang hari perdagangan.