Pencarian

PELNI Makassar Gelar Fleet Safety Excellence Award 2026, Nilai Kesiapsiagaan 83 Kapal di 4 Kategori

Rabu, 23 September 2026 • 07:02:31 WIB
PELNI Makassar Gelar Fleet Safety Excellence Award 2026, Nilai Kesiapsiagaan 83 Kapal di 4 Kategori
Kapal PELNI bersandar di Pelabuhan Makassar dalam rangkaian penilaian Fleet Safety Excellence Award 2026.

MAKASSAR — Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda menyatakan keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional perusahaan pelayaran nasional itu. Fleet Safety Excellence Award 2026 dirancang bukan sekadar ajang penghargaan, melainkan alat dorong agar budaya keselamatan melekat pada seluruh awak kapal.

Penilaian menyasar 83 armada yang dioperasikan PELNI, terdiri dari 26 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 9 kapal barang, 1 kapal ternak, dan 17 kapal rede. Pesertanya bukan hanya kapal sebagai unit, tetapi juga Nakhoda, perwira, dan seluruh awak yang menjalankan fungsi keselamatan.

Empat Kategori Penilaian, dari Simulasi Darurat hingga Pelaporan Bahaya

Fleet Safety Excellence Award 2026 membagi penilaian ke dalam empat kategori. Pertama, Emergency Response & Safety Drill Excellence yang mengukur kesiapan awak menghadapi kondisi darurat. Kedua, Safety Leadership Recognition untuk menilai kepemimpinan keselamatan di atas kapal.

Kategori ketiga, Best Hazard Reporting Excellence, menekankan partisipasi awak dalam melaporkan potensi bahaya dan near miss. Keempat, The Best Fleet Safety Award sebagai penghargaan utama bagi armada dengan kinerja keselamatan terbaik secara keseluruhan.

“Keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional PELNI. Melalui Fleet Safety Excellence Award, kami ingin membangun kesadaran bahwa keselamatan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi menjadi komitmen bersama seluruh awak kapal untuk memastikan pelayaran berjalan aman dan andal,” ujar Ditto, Selasa (22/09).

Nakhoda Pegang Tanggung Jawab Tertinggi Penerapan ISM Code

Dalam struktur tanggap darurat di kapal, Nakhoda menjadi pimpinan tertinggi yang bertanggung jawab atas implementasi keselamatan pelayaran dan penerapan International Safety Management (ISM) Code. Perwira dan awak kapal menjalankan fungsi sesuai tugas masing-masing.

Pembagian peran itu mencakup pengendalian keadaan darurat, pemadaman kebakaran, pertolongan dan evakuasi, hingga dukungan komunikasi dan operasional. Tujuannya memastikan setiap awak memahami tugasnya dan mampu merespons kondisi darurat secara cepat dan terkoordinasi.

PELNI mendorong peningkatan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, serta partisipasi awak dalam mengidentifikasi potensi bahaya di lingkungan kerja.

216 Lifeboat hingga 70.671 Life-Jacket di Kapal Penumpang

Kapal-kapal PELNI telah dilengkapi berbagai alat keselamatan. Pada kapal penumpang tersedia 216 lifeboat berkapasitas 24.491 orang, 1.468 life-raft berkapasitas 36.700 orang, 70.671 life-jacket, 376 life-buoy, serta 25 Marine Evacuation System (MES).

Secara keseluruhan, ketersediaan lifeboat dan life-raft pada kapal penumpang mencapai kapasitas 61.191 orang. Sementara pada kapal perintis tersedia 84 lifeboat berkapasitas 4.438 orang, 600 life-raft berkapasitas 15.000 orang, 16.253 life-jacket, dan 310 life-buoy.

Ketersediaan lifeboat dan life-raft pada kapal perintis mencapai kapasitas 19.438 orang. Seluruh alat keselamatan tersebut secara berkala dicek oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

Jumlah alat keselamatan telah disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku, termasuk pemenuhan kapasitas sebesar 125 persen dari kapasitas maksimal kapal. Pemenuhan itu menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan kapal menghadapi berbagai kondisi darurat selama pelayaran.

Harapan: Budaya Keselamatan Jadi Kebiasaan Harian

Ditto menambahkan apresiasi melalui Fleet Safety Excellence Award diharapkan mendorong setiap kapal terus melakukan perbaikan dan mengembangkan praktik keselamatan dalam kegiatan operasional sehari-hari.

“Yang kami harapkan bukan hanya munculnya kapal-kapal dengan kinerja keselamatan yang baik, tetapi terbentuknya kebiasaan dan budaya keselamatan yang diterapkan secara konsisten di seluruh armada. Dengan begitu, upaya pencegahan risiko dapat menjadi bagian dari setiap proses kerja di atas kapal,” tambah Ditto.

PELNI menyatakan terus berkomitmen menjalankan operasional pelayaran dengan mengedepankan keselamatan kapal, awak kapal, penumpang, muatan, dan lingkungan.

Follow sulsel24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kabarmakassar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks