Pencarian

Sawah di Pinrang Terancam Kekeringan, Pemprov Sulsel Kirim 10 Pompa Ponton Senilai Rp313,7 Juta

Minggu, 20 September 2026 • 17:54:00 WIB
Sawah di Pinrang Terancam Kekeringan, Pemprov Sulsel Kirim 10 Pompa Ponton Senilai Rp313,7 Juta

Pemprov Sulawesi Selatan menyerahkan 10 unit pompa ponton senilai Rp313,7 juta untuk menyelamatkan tanaman padi petani di Kabupaten Pinrang yang terancam kekeringan. Bantuan diserahkan menyusul berkurangnya debit air aliran primer Sungai Saddang yang mengairi sawah di Desa Massewae, Kecamatan Duampanua. Selain pompa, pemprov juga mengusulkan rehabilitasi irigasi senilai Rp1,8 triliun ke pemerintah pusat.

PINRANG — Pemprov Sulawesi Selatan menyerahkan bantuan 10 unit pompa ponton senilai Rp313,7 juta untuk menyelamatkan tanaman padi di sawah petani Kabupaten Pinrang yang terancam kekeringan. Bantuan diserahkan menyusul berkurangnya debit air aliran primer Sungai Saddang yang mengairi sawah di Desa Massewae, Kecamatan Duampanua.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyatakan bantuan pompanisasi dan alat mesin pertanian (alsintan) merupakan bagian dari upaya bersama menjaga ketersediaan air sekaligus mendukung produktivitas pertanian masyarakat.

"Ini adalah usaha kita bersama. Kita memberikan bantuan pompanisasi dan alat alsintan, termasuk kita akan menyiapkan pompa lebih besar lagi," ujarnya dalam keterangan di Makassar.

Rincian Bantuan Alsintan untuk Petani Pinrang

Selain 10 unit pompa ponton, pemprov menyerahkan sejumlah alsintan lain untuk mendukung pengairan sawah warga. Bantuan tersebut meliputi:

  • 1 unit traktor roda 4
  • 1 unit traktor roda 2
  • 10 unit pompa Alcon 3 inch
  • 10 unit pompa Alcon 6 inch
  • 9 unit sumur bor

Pompa ponton dan sumur bor difungsikan untuk menarik air dari sumber yang tersedia agar sawah tetap tergenang di tengah musim kemarau. Traktor roda 4 dan roda 2 disiapkan untuk mendukung pengolahan lahan petani.

Debit Sungai Saddang Berkurang, Irigasi Hulu Perlu Direhabilitasi

Andi Sudirman menjelaskan aliran primer Sungai Saddang mengalami pengurangan debit air. Kondisi itu membuat pasokan air ke sawah petani di Desa Massewae tidak lagi mencukupi kebutuhan tanaman padi.

Menurut gubernur, penanganan kekurangan debit air di Sungai Saddang tidak cukup hanya melalui pompanisasi. Dibutuhkan rehabilitasi sistem irigasi secara menyeluruh, khususnya pada bagian hulu.

"Pada prinsipnya kekurangan debit di hulu Sungai Saddang, kita membutuhkan rehab besar. Ini Rp1,8 triliun kita usulkan ke pusat," jelasnya.

Usulan Rp1,8 Triliun Menunggu Realisasi Pemerintah Pusat

Pemprov Sulsel berharap usulan rehabilitasi senilai Rp1,8 triliun dapat direalisasikan pemerintah pusat. Rehabilitasi besar diperlukan untuk memperbaiki sekaligus mengoptimalkan desain dan sistem jaringan irigasi di kawasan hulu.

"Insyaallah, mudah-mudahan bisa dilakukan rehab besar dalam rangka memperbaiki dan bagaimana mengoptimalkan desain irigasi yang dapat terjangkau," pungkas Andi Sudirman.

Bantuan pompa dan alsintan menjadi penanganan jangka pendek agar tanaman padi petani Pinrang tidak gagal panen. Sementara rehabilitasi irigasi di hulu Sungai Saddang menjadi solusi jangka panjang yang masih menunggu keputusan pemerintah pusat.

Follow sulsel24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: makassar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks