Baznas Kota Makassar menyalurkan bantuan air bersih bagi ratusan kepala keluarga di Kecamatan Tallo, wilayah utara kota yang masih kesulitan akses air di tengah kekeringan. Bantuan disalurkan lewat tandon berkapasitas besar yang menyuplai kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Program ini disebut sebagai bagian dari penguatan BAZNAS MULIA yang diarahkan Wali Kota Munafri Arifuddin agar bantuan tidak berhenti pada pola distribusi konsumtif.
MAKASSAR — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar menyalurkan bantuan air bersih di sejumlah wilayah yang dilanda kekeringan. Sasaran utamanya warga di Kecamatan Tallo, kawasan utara kota yang hingga kini masih berhadapan dengan keterbatasan akses air bersih.
Ketua Baznas Kota Makassar Usman Sofian menyatakan bantuan disalurkan melalui tandon besar yang menyuplai air ke rumah-rumah warga. "Program kemanusiaan Baznas menyediakan tandon besar untuk menyuplai air bersih bagi rumah-rumah masyarakat yang dihuni ratusan kepala keluarga," ujarnya di Makassar, Senin.
Mengapa Tallo Jadi Prioritas Bantuan Air Bersih
Tallo termasuk wilayah yang paling terdampak saat musim kemarau datang. Warga di kawasan ini kerap mengandalkan pasokan air dari luar lingkungan permukiman mereka.
Penyediaan tandon dinilai lebih menjangkau kebutuhan dasar warga dibanding distribusi air yang sifatnya sesaat. Usman menekankan program itu dirancang untuk menghadirkan solusi yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Baznas tidak bergerak sendiri. "Kita di Baznas kolaborasi dengan pemerintah kota, artinya setiap program bagus untuk membantu masyarakat, kita dukung dan ambil bagian demi kemanusiaan," kata pengurus FKUB Makassar itu.
Arahan Wali Kota: Bantuan Jangan Habis Sekali Pakai
Langkah ini disebut sebagai bentuk sinkronisasi program Baznas dengan arahan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. Bantuan kepada warga diminta tidak berhenti pada pola distribusi yang habis digunakan.
Usman menyebut Baznas didorong mulai mengembangkan program yang lebih produktif dan bermanfaat dalam jangka panjang. "Ini sesuai arahan Pak Wali Kota, jangan kita larut dengan pendistribusian yang habis atau konsumtif, tetapi kita juga harus berpikir produktif," jelasnya.
Konsep itu kemudian menjadi bagian dari penguatan program yang disebut BAZNAS MULIA. Lewat pendekatan tersebut, Baznas Makassar ingin memastikan penyaluran zakat tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan sesaat.
Penyaluran diarahkan pula untuk menjawab persoalan dasar masyarakat dan membangun fasilitas yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.