SULAWESI SELATAN — PT Pegadaian (Persero) tengah mempercepat ekspansi layanan tabungan emas digital dengan menggandeng sejumlah bank besar di Indonesia. Setelah resmi beroperasi sebagai pelopor Layanan Bank Emas, perusahaan pelat merah ini menargetkan tambahan empat hingga lima bank baru bergabung dalam program tersebut hingga akhir bulan ini.
Direktur Teknologi Informasi dan Digital Pegadaian, Yos Iman Jaya Dappu, mengungkapkan bahwa kerja sama terbaru akan mencakup platform digital milik bank-bank BUMN. "Dalam bulan yang sama ini nanti wondr akan bergabung sama kita, bale akan bergabung sama kita," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
Wondr merupakan aplikasi mobile milik Bank Negara Indonesia (BNI), sementara bale adalah platform digital dari Bank Tabungan Negara (BTN). Sebelumnya, Pegadaian telah mengumumkan kerja sama dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) pada pekan yang sama.
Izin Usaha Bulion Jadi Titik Balik
Percepatan kerja sama ini tidak lepas dari izin usaha bulion yang diterbitkan OJK pada Desember 2024. Dengan izin tersebut, Pegadaian resmi menjalankan empat lini bisnis emas: deposito emas, pinjaman modal kerja emas, jasa titipan emas korporasi, dan perdagangan emas.
Izin ini menjadi fondasi bagi Pegadaian untuk membangun ekosistem emas yang lebih terintegrasi dengan perbankan. Nasabah nantinya bisa membeli, menabung, hingga meminjam dengan agunan emas langsung dari aplikasi bank yang mereka gunakan sehari-hari.
Gen Z Jadi Sasaran Utama
Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk Pegadaian, Selfie Dewiyanti, menilai momentum investasi emas saat ini sangat tepat untuk menjaring generasi muda. "Anak-anak Gen Z sekarang sudah mulai melek investasi. Jadi, investasi dengan Rp 10.000 sudah dapetin emas kan artinya itu investasi yang cukup menjanjikan buat Gen Z," katanya.
Pegadaian sengaja menjaga entry level produknya tetap rendah agar bisa diakses semua kalangan. "Karena produk kita juga produk yang entry level-nya lebih murah untuk anak-anak Gen Z. Ini momen yang pas karena memang harga emas juga naik terus," tambah Selfie.
Strategi ini dinilai relevan mengingat harga emas yang terus mencatatkan rekor sepanjang 2025-2026, menarik minat investor ritel yang mencari aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Target Kelolaan Emas Makin Besar
Kerja sama dengan perbankan diharapkan mendongkrak total tonase emas yang dikelola Pegadaian. "Pastinya targetnya adalah kita ingin kelolaan tonase emas yang dikelola oleh pegadaian semakin besar lagi. Dan tentunya menjangkau masyarakat yang lebih banyak lagi," ujar Selfie.
Dengan menggandeng bank-bank yang memiliki basis nasabah jutaan orang, Pegadaian tidak hanya memperluas jangkauan pasar tetapi juga memperkuat posisinya sebagai pemain utama bisnis bulion di Indonesia. Langkah ini sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan investasi emas yang lebih praktis dan terintegrasi dengan perbankan modern.
Sejauh ini, Pegadaian telah menjalin kemitraan dengan lebih dari 15 bank di seluruh Indonesia. Tambahan empat hingga lima bank baru dalam waktu dekat akan semakin memperkuat ekosistem emas digital yang tengah dibangun perusahaan.