MALILI — Warga tidak perlu lagi mengingat banyak nomor telepon darurat atau khawatir kehabisan pulsa saat dalam kondisi genting. Cukup tekan 112, panggilan akan tersambung gratis meskipun ponsel dalam keadaan terkunci.
Layanan ini dihadirkan sebagai respons atas kebutuhan masyarakat akan akses bantuan yang cepat dan terintegrasi. Operator yang bertugas 24 jam akan menerima laporan, melakukan verifikasi cepat, dan langsung menghubungkan pelapor dengan instansi terkait.
Operator Siap 24 Jam, Terhubung ke Damkar hingga BPBD
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur telah menyiapkan operator khusus yang bertugas secara bergantian selama sehari penuh. Tugas mereka bukan sekadar menerima telepon, tetapi juga mengidentifikasi jenis kejadian dan menentukan instansi mana yang harus segera dikerahkan.
Instansi yang terintegrasi dalam sistem ini meliputi Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, dan aparat keamanan. Dengan satu panggilan, koordinasi lintas instansi bisa berjalan lebih cepat.
Hadiah HUT ke-23 dan Pengakuan dari Pusat
Peluncuran 112 digelar di Malili dan dirangkaikan dengan puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Luwu Timur. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam, dan Wakil Bupati Hj. Puspawati Husler hadir dalam acara tersebut.
“Layanan 112 ini hadir untuk memudahkan masyarakat. Cukup satu nomor, masyarakat bisa langsung mendapatkan bantuan saat kondisi darurat,” kata Bupati Irwan Bachri Syam dalam sambutannya.
Pada kesempatan yang sama, pemerintah daerah menerima Sertifikat NTPD 112 dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Sertifikat itu menjadi bukti kesiapan daerah dalam mengoperasikan layanan darurat nasional.
Bukan Hanya 112, Tiga Inovasi Layanan Juga Diluncurkan
Selain 112, Pemkab Luwu Timur meluncurkan tiga inovasi layanan publik lainnya. Pertama, “Lapor Pak Bupati”, sebuah kanal pengaduan langsung kepada kepala daerah. Kedua, aplikasi “Dange Juara” yang menyediakan layanan administrasi kependudukan. Ketiga, program “One Data” Dinas Pendidikan yang menyatukan data sekolah dan siswa dalam satu platform.
Peluncuran layanan 112 ini disaksikan langsung oleh ribuan warga yang hadir di lokasi acara. Mereka juga menyaksikan pemukulan gendang sebagai tanda resmi beroperasinya sistem darurat nasional di Bumi Batara Guru.