MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus menggenjot pembangunan infrastruktur jalan melalui program Multi Years Project (MYP) yang menyasar lima paket ruas strategis. Proyek ini mencakup pengaspalan, pembangunan bahu jalan beton, perbaikan drainase, hingga preservasi di koridor penghubung antarwilayah seperti Jeneponto, Gowa, Takalar, Makassar, hingga Sidrap.
Paket 2: Fokus pada Bahu Jalan Beton dan Pengaspalan
Pada Paket 2, pekerjaan difokuskan di ruas Batas Jeneponto–Rumbia–Jeneponto dengan pembangunan lapis pondasi agregat kelas A. Sementara di ruas Batas Kabupaten Gowa–Barombong–Batas Kabupaten Takalar, kontraktor mengerjakan pembangunan bahu jalan beton untuk meningkatkan keamanan pengguna jalan.
Perbaikan juga berlangsung di ruas Panciro–Batas Kota Makassar melalui pengaspalan lapis aus (AC-WC) dan pembangunan bahu jalan beton. Pekerjaan serupa dikerjakan di ruas Batas Kota Makassar–Bontoramba dan ruas Palleko–Towata. Adapun di ruas Batas Kabupaten Gowa–Galesong–Pattallassang, proses peningkatan kualitas jalan dilakukan melalui pekerjaan galian perkerasan menggunakan teknologi cold milling sebagai bagian dari persiapan konstruksi.
Paket 3 dan 4: Overlay hingga Pembangunan Drainase
Sementara pada Paket 3, fokus pekerjaan berada di ruas Pangkajene Rappang–Sidrap dengan pembangunan bahu jalan beton serta peningkatan jalan di ruas Batas Kabupaten Enrekang–Anabanua–Dongi–Tantutedong melalui pekerjaan overlay AC-BC.
Program MYP juga menyasar ruas-ruas strategis lainnya melalui Paket 4. Preservasi jalan terus dilakukan di ruas Impa-Impa–Anabanua dan Doping–Atapange, sementara pembangunan drainase dikerjakan di ruas Anabanua–Malake–Batas Kabupaten Sidrap. Drainase ini bertujuan menjaga ketahanan konstruksi jalan sekaligus mengantisipasi genangan air.
Paket 5: Dinding Penahan Tanah di Koridor Ujung Lamuru–Palattae
Pada Paket 5, pekerjaan meliputi pembangunan drainase di ruas Tanabatue–Sanrego–Palattae, penghamparan lapis antara aspal beton (AC-BC), pembangunan dinding penahan tanah (DPT), serta berbagai pekerjaan peningkatan infrastruktur di koridor Ujung Lamuru–Palattae.
Dampak Langsung ke Aktivitas Ekonomi Masyarakat
Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Muhammad Rosyadi, mengatakan program tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas jalan, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Sejumlah ruas yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah diaspal dengan kondisi yang lebih baik sehingga meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Perbaikan ini juga diharapkan dapat memperlancar arus barang dan jasa yang menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Rosyadi.
Ia menambahkan, perbaikan jalan yang dilakukan secara bertahap akan memperluas akses masyarakat terhadap pusat-pusat ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta mempercepat waktu tempuh perjalanan antarwilayah. Dengan infrastruktur yang semakin baik, Pemprov Sulsel berharap distribusi logistik semakin lancar dan daya saing daerah meningkat.