Pencarian

PWA Sulsel Jajaki Kerja Sama dengan SWSC Unismuh Makassar untuk Kelola Sampah Organik dan Anorganik Berbasis Komunitas

Sabtu, 06 Juni 2026 • 17:57:01 WIB
PWA Sulsel Jajaki Kerja Sama dengan SWSC Unismuh Makassar untuk Kelola Sampah Organik dan Anorganik Berbasis Komunitas
PWA Sulsel meninjau praktik pengelolaan sampah di SWSC Unismuh Makassar sebagai langkah awal kerja sama.

MAKASSAR — Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sulawesi Selatan melihat langsung praktik pengelolaan sampah di Sustainable Waste Solutions Center (SWSC) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Kunjungan yang berlangsung Kamis (5/6/2026) itu menjadi langkah awal penjajakan kerja sama pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Daun Kering Disulap Jadi Pupuk Kompos

Salah satu isu yang mengemuka dalam diskusi adalah penanganan sampah organik, khususnya daun-daun kering. Selama ini, tumpukan daun di lingkungan sekolah, pesantren, kampus, dan amal usaha Aisyiyah kerap dibakar atau dibuang begitu saja.

SWSC Unismuh telah menerapkan sistem komposter untuk mengolah daun kering menjadi pupuk kompos. Pupuk itu kemudian digunakan untuk penghijauan dan perawatan tanaman di lingkungan kampus. Model ini dinilai PWA Sulsel bisa direplikasi di berbagai unit Aisyiyah.

Minyak Jelantah Jadi Sabun dan Lilin

Selain sampah organik, rombongan juga meninjau produk olahan sampah anorganik dari Bank Sampah SWSC. Limbah botol plastik disulap menjadi tas kreatif, sementara minyak jelantah diolah menjadi sabun dan lilin.

Ketua PWA Sulsel Dr Mahmudah Mahfud menyebut pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan pemberdayaan ekonomi. “Kami ingin gerakan ini berkelanjutan dan melibatkan warga secara langsung,” ujarnya.

Perubahan Perilaku Dimulai dari Langkah Sederhana

Kepala SWSC Unismuh Makassar Dr Fatmawati A. Mappasere menekankan bahwa perubahan kebiasaan bisa dimulai dari hal kecil. “Daun-daun kering yang selama ini sering dibakar sebenarnya bisa menjadi kompos yang bermanfaat. Jika kebiasaan ini diubah, lingkungan menjadi lebih bersih dan udara lebih sehat,” katanya.

Menurut Fatmawati, sampah organik yang diolah dengan benar dapat kembali memberi manfaat bagi tanah dan tanaman.

Sinergi untuk Gerakan Lingkungan Akar Rumput

PWA Sulsel memandang kolaborasi ini sebagai peluang memperluas gerakan lingkungan berbasis komunitas. Dengan jaringan organisasi yang menjangkau hingga tingkat ranting, Aisyiyah diharapkan menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.

Ke depan, kerja sama antara PWA Sulsel dan SWSC Unismuh Makassar akan diwujudkan dalam program edukasi, pelatihan, pendampingan, serta praktik langsung pengolahan sampah organik dan anorganik. Melalui sinergi ini, pengelolaan sampah diharapkan tidak lagi dipandang sebagai aktivitas tambahan, melainkan bagian dari gerakan bersama mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan.

Bagikan
Sumber: khittah.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks