MAKASSAR — Gubernur Sulawesi Selatan menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol negara, melainkan fondasi yang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pernyataan itu disampaikan dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulsel, baru-baru ini.
Mengapa Persatuan Jadi Pesan Utama di Tengah Dinamika Politik?
Pesan Gubernur tersebut dinilai relevan dengan kondisi terkini, di mana tahun politik dan perbedaan pilihan kerap memicu gesekan di masyarakat. Dengan mengutip semangat gotong royong, ia mengajak seluruh elemen untuk tidak mudah terpecah belah oleh isu-isu yang mengancam keutuhan sosial.
"Pancasila adalah rumah kita bersama. Di dalamnya, semua perbedaan suku, agama, dan pilihan politik harus bisa hidup berdampingan," ujar Gubernur dalam sambutannya, dikutip dari rilis yang diterima redaksi.
Kemenkum Sulsel: Menjaga Simbol Negara Lewat Tindakan Nyata
Kehadiran Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulsel beserta jajaran dalam upacara tersebut menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah dan vertikal. Bagi Kemenkum, peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat akan tugas menjaga konstitusi dan nilai-nilai kebangsaan.
Kakanwil Kemenkum Sulsel menyatakan pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal implementasi nilai-nilai Pancasila dalam setiap kebijakan hukum yang diambil. Hal ini dinilai krusial untuk memastikan keadilan dan persatuan tetap terjaga di tingkat akar rumput.
Apa Implikasi Peringatan Ini bagi Warga Sulsel?
Peringatan Hari Lahir Pancasila di Sulsel tahun ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni. Gubernur secara spesifik meminta agar nilai-nilai Pancasila tercermin dalam pelayanan publik dan kehidupan bertetangga. Mulai dari toleransi antarumat beragama hingga semangat kerja bakti di lingkungan RT/RW.
Dengan mengangkat tema persatuan, pemerintah provinsi juga ingin mengingatkan bahwa pembangunan daerah hanya bisa berhasil jika masyarakatnya bersatu. Pesan ini menjadi relevan mengingat Sulsel merupakan salah satu provinsi dengan tingkat heterogenitas tinggi di Indonesia Timur.
FAQ: Apa yang Perlu Diketahui tentang Hari Lahir Pancasila?
Kapan Hari Lahir Pancasila diperingati?
Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni, merujuk pada pidato Bung Karno dalam sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945 yang pertama kali mencetuskan dasar negara.
Mengapa peringatan di Sulsel selalu menekankan persatuan?
Sulsel memiliki masyarakat plural dengan latar belakang suku, budaya, dan agama yang berbeda. Momentum Hari Lahir Pancasila sering digunakan untuk memperkuat kohesi sosial di tengah potensi konflik horizontal, terutama menjelang atau setelah pemilu.