PALEMBANG — Tiga kabupaten di Sumatera Selatan berhasil mencatatkan nol kasus campak positif sepanjang Januari hingga Mei 2026: Pagar Alam, OKU Timur, dan OKU Selatan. Capaian ini menjadi titik terang di tengah temuan 809 kasus positif yang tersebar di 14 wilayah lainnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumsel Ira Primadesa Ogatiyah mengatakan tren kasus mulai menurun setelah puncak terjadi pada Januari hingga April. "Ini adalah hasil kerja keras petugas kesehatan, kader posyandu, dan peran aktif masyarakat," ujarnya di Palembang, Jumat.
Empat Wilayah dengan Beban Kasus Tertinggi
Setelah Palembang yang mendominasi, Kota Prabumulih mencatat 57 kasus positif dari 195 suspek. Disusul Musi Rawas dengan 54 kasus positif dari 140 suspek, serta Muara Enim dan Ogan Ilir yang masing-masing mencatat 39 kasus positif.
Kabupaten Musi Rawas Utara melaporkan 34 kasus positif dari 67 suspek, sementara Musi Banyuasin mencatat 33 kasus positif dari 100 suspek. Lubuklinggau memiliki 31 kasus positif dari 74 suspek, dan Banyuasin mencatat 29 kasus positif dari 222 suspek.
Imunisasi MR Gratis Masih Dibuka
Untuk menekan potensi peningkatan kasus, Dinkes Sumsel melanjutkan program imunisasi lengkap, khususnya imunisasi MR atau Campak-Rubella yang dimulai sejak anak usia sembilan bulan. Layanan imunisasi susulan masih tersedia secara gratis di puskesmas, posyandu, dan fasilitas kesehatan terdekat.
Masyarakat yang anaknya belum mendapatkan imunisasi diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan. Program ini menjadi kunci utama dalam mencegah penularan campak yang bisa menyebabkan komplikasi serius pada balita.
Mengapa Kasus Campak Masih Tinggi di Sumsel?
Campak adalah penyakit yang sangat menular melalui percikan air liur. Cakupan imunisasi yang tidak merata antarwilayah kerap menjadi penyebab utama munculnya klaster kasus. Kota Palembang sebagai pusat mobilitas penduduk memiliki risiko transmisi lebih tinggi dibanding daerah lain.
Kesenjangan angka kasus antara Palembang dan tiga kabupaten yang nihil temuan menunjukkan bahwa distribusi vaksinasi masih menjadi tantangan. Wilayah dengan akses terbatas ke fasilitas kesehatan dan rendahnya kesadaran imunisasi menjadi kantong-kantong penularan potensial.
Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua?
Orang tua diimbau memeriksa buku imunisasi anak dan memastikan vaksin MR sudah diberikan sesuai jadwal. Jika terlewat, imunisasi kejar bisa dilakukan di puskesmas tanpa biaya. Gejala campak seperti demam tinggi, ruam merah, batuk, dan mata merah perlu diwaspadai, terutama pada anak yang belum diimunisasi.