MAKASSAR — Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto menyampaikan terima kasih atas kepedulian para tokoh masyarakat, khususnya tokoh perempuan dan pegiat sosial, yang mengajak warga menjaga situasi kamtibmas di Kota Makassar. Menurutnya, dukungan dan seruan positif dari berbagai elemen menjadi bentuk kepedulian bersama yang penting untuk membantu kepolisian mencegah gangguan keamanan, termasuk aksi perang kelompok.
Pemerhati Perempuan Sulawesi Selatan sekaligus pegiat sosial, Andi Sri Wulandani Thamrin, menyerukan warga Kota Makassar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan memberikan perhatian lebih kepada anak-anak. Tujuannya mencegah keterlibatan anak dalam aksi kekerasan maupun perang kelompok.
Andi Sri Wulandani menegaskan Kota Makassar merupakan rumah bersama yang harus dijaga dengan semangat kebersamaan, saling menghormati, dan kepedulian antarsesama. Menurutnya, keamanan dan kedamaian tidak akan terwujud tanpa kesadaran setiap warga untuk saling menjaga.
"Mari kita tingkatkan kesadaran bersama. Jaga anak-anak kita, jaga lingkungan kita, dan jangan mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat merusak kerukunan antarwarga," ujar Andi Sri Wulandani, Rabu (4/11/2026).
Ia juga meminta segala bentuk perang antarkelompok dihentikan. Kota Makassar, katanya, harus menjadi tempat yang aman dan kondusif, terutama bagi anak-anak dan perempuan yang berhak tumbuh dan berkembang di lingkungan damai.
"Mari kita hentikan segala bentuk perang antarkelompok. Wujudkan Kota Makassar yang aman, nyaman, dan kondusif untuk semua, terutama bagi anak-anak dan perempuan yang berhak tumbuh dan berkembang di lingkungan yang damai," tambahnya.
Dukungan serupa disampaikan Ketua Umum HS Bodyguard Sulawesi Selatan, H. Haluddin, S.Sos. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kepedulian sosial, menjaga anak-anak, serta menciptakan lingkungan yang aman dan terbebas dari tindakan kekerasan.
Haluddin mengingatkan warga agar tidak mudah terpengaruh informasi maupun ajakan yang dapat memicu perselisihan dan memperkeruh situasi keamanan di Kota Makassar.
"Makassar adalah rumah kita bersama. Kedamaian dan rasa aman hanya bisa terwujud apabila kita saling menjaga. Stop perang kelompok, mari kita wujudkan masyarakat yang aman, damai, dan kondusif," ajaknya.
Didik menyebut dukungan para tokoh masyarakat membantu kepolisian mencegah gangguan keamanan. Ia menegaskan menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab Polri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
"Kami mengapresiasi kepedulian dan dukungan para tokoh masyarakat yang turut mengajak warga menjaga anak-anak dan lingkungan masing-masing. Menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat," ujar Didik.
Polda Sulsel juga mengimbau orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, mengetahui lingkungan pergaulan mereka, serta memberikan pembinaan tentang pentingnya menjaga persaudaraan dan menghindari tindakan kekerasan.
Warga diminta tidak mudah terprovokasi, tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan segera melaporkan ke pihak kepolisian apabila mengetahui potensi gangguan kamtibmas.