SULAWESI SELATAN — West Ham United menetapkan Scott Parker sebagai pelatih kepala anyar dengan durasi kontrak dua setengah tahun. Pria berusia 46 tahun itu menggantikan Nuno Espirito Santo yang dipecat menyusul rentetan hasil buruk di awal musim Championship 2025/2026.
Keputusan menunjuk Scott Parker diambil manajemen West Ham setelah Nuno Espirito Santo didepak dari kursi pelatih. Legenda klub itu kini memegang kendali penuh atas tim dengan kontrak berdurasi dua setengah tahun.
Parker akan memimpin sesi latihan dan pertandingan pertamanya saat West Ham bertandang ke markas Cardiff City di ajang Championship. Laga itu menjadi ujian perdana bagi eks gelandang The Hammers tersebut.
Steve Potts, Gerard Prenderville, dan Billy Lepine akan membantu Parker di tim utama. Mantan rekan setimnya, Mark Noble, juga akan bekerja erat dengan Parker dalam kapasitasnya sebagai sporting director. Klub menyatakan bakal mengumumkan susunan tim pelatih lengkap dalam beberapa hari dan pekan mendatang.
Parker bukan sosok asing di Championship. Ia tercatat tiga kali membawa klub promosi ke Premier League, masing-masing bersama Fulham, Bournemouth, dan Burnley. Pengalaman itu yang membuat manajemen West Ham menjatuhkan pilihan kepadanya.
"Ini momen yang sangat membanggakan bagi saya untuk masuk ke peran ini dan kembali ke klub yang sangat berarti bagi saya dan keluarga," kata Parker seperti dikutip situs resmi klub.
"Ada kehangatan, cinta, perasaan yang mungkin tidak saya dapatkan di tempat lain. Ada sesuatu yang selalu menonjol, yaitu hubungan yang saya bangun dengan basis penggemar di sini. Rapport dan rasa hormat itu saya rasakan secara instan," ujarnya menambahkan.
Parker menegaskan ambisinya membawa West Ham kembali ke Premier League. "Saya merasa terhormat dan tersanjung menjadi orang yang ingin membawa kami kembali ke Premier League dan menjadi pelatih kepala klub sepak bola ini pada momen ini," tuturnya.
West Ham saat ini menghuni peringkat kedelapan klasemen Championship, terpaut enam poin dari pemuncak klasemen Middlesbrough. Status sebagai favorit promosi sejak pramusim belum sepenuhnya terbukti di lapangan.
Tim baru memenangi dua dari enam pertandingan terakhir. Dua kekalahan beruntun di kandang sendiri, masing-masing 2-3 dari Southampton dan 1-3 dari West Bromwich Albion, membuat posisi mereka melorot dari peringkat kedua.
Parker menjadi manajer permanen keempat West Ham sejak David Moyes meninggalkan London Stadium pada Mei 2024. Ia datang ke klub yang baru saja terdegradasi dari Premier League musim lalu.
Sejumlah pemain hengkang pada bursa transfer musim panas lalu, termasuk Mateus Fernandes, Crysencio Summerville, El Hadji Malick Diouf, James Ward-Prowse, dan Freddie Potts. Kepindahan mereka mendatangkan pemasukan sekitar 150 juta poundsterling bagi klub.
Sebagian dana itu dibelanjakan untuk mendatangkan gelandang Arne Engels dari Celtic dengan mahar 22 juta poundsterling, memecahkan rekor transfer Championship. West Ham juga dilaporkan mengeluarkan 12 juta poundsterling untuk winger Norwegia Edvin Austbo.
Joel Veltman dan Manor Solomon bergabung secara gratis dari Brighton dan Tottenham. West Ham tetap mempertahankan pemain kunci seperti winger timnas Inggris Jarrod Bowen, gelandang Ceko Tomas Soucek, dan bek Yunani Konstantinos Mavropanos.
CEO interim West Ham, Karim Virani, menyebut Parker sebagai pilihan bulat dewan direksi. Menurutnya, pengalaman dan rekam jejak Parker di Championship menjadi pertimbangan utama.
"Dia adalah sosok yang sangat dihormati di West Ham United dan di seluruh dunia sepak bola, dan dia adalah pilihan bulat dewan direksi untuk menjadi pelatih kepala baru kami," kata Virani.
"Dia memiliki pengalaman fantastis dan rekam jejak yang jelas serta terbukti sukses sebagai pelatih kepala di EFL Championship, plus pemahaman mendalam tentang West Ham United, identitasnya, dan basis penggemar kami yang loyal," ujarnya.
West Ham sendiri merupakan juara UEFA Europa Conference League 2023. Parker diharapkan mampu mengembalikan klub ke kasta tertinggi sepak bola Inggris pada percobaan pertama musim ini.