SULAWESI SELATAN — Bandung selalu punya alasan untuk dikunjungi, terutama soal makanan. Sejumlah warung dan kedai lawas di Kota Kembang masih bertahan dari generasi ke generasi, menyimpan resep dan cerita yang tak lekang waktu. Menjelang 2026, tempat-tempat ini tetap jadi incaran warga lokal maupun wisatawan yang ingin mencicipi cita rasa asli.
Bukan cuma soal rasa, kuliner legendaris Bandung juga soal sejarah dan konsistensi. Dari warung sederhana hingga kedai kopi lawas, semuanya punya daya tarik yang membuat pengunjung kembali lagi. Berikut lima tempat makan yang bisa masuk daftar wisata kuliner kamu.
Bagi pencinta makanan khas Sunda, Lotek Mahmud jadi destinasi yang sayang dilewatkan. Tempat makan sederhana di kawasan Mahmud ini dikenal dengan racikan bumbu kacang yang gurih dan kental. Selain lotek, tersedia juga gado-gado hingga rujak, dengan perpaduan sayuran, lontong, kerupuk, dan bumbu kacang sebagai daya tarik utama. Lokasinya di Jl. Mahmud IV No.9, Pamoyanan, Cicendo, buka 08.00–16.00 WIB.
Kedai Nyonya Vonny menawarkan masakan rumahan yang cocok dinikmati bersama keluarga maupun teman. Menu andalannya adalah pepes dengan beragam pilihan bahan—sekitar 17 jenis, mulai dari pepes ikan tongkol, tahu, hingga jamur. Racikan bumbu khas rumahan dan suasana tempat makan yang sederhana jadi daya tarik tersendiri. Kedai ini berlokasi di Jl. Sadewa No.38, Pamoyanan, Cicendo, buka 09.00–20.00 WIB.
Saat udara Bandung mulai dingin, semangkuk ronde jahe hangat jadi pilihan menarik. Ronde Jahe Gardujati sudah lama dikenal sebagai tujuan kuliner malam dengan sajian tradisional. Isinya bola-bola tepung ketan berisi kacang lembut, dipadukan kuah jahe hangat bercita rasa khas. Tempat ini buka 17.00–00.00 WIB di Jl. Gardujati No.58, Kb. Jeruk, Andir.
Masih di kawasan Gardujati, Cakwe Odading Gardujati jadi incaran pencinta jajanan tradisional. Aroma cakwe yang baru digoreng langsung tercium dan jadi daya tarik utama tempat kaki lima ini. Cakwenya renyah di luar dan lembut di dalam, sementara odading menawarkan rasa manis dengan adonan empuk yang paling nikmat disantap selagi hangat. Buka 17.00–21.00 WIB di alamat yang sama, Jl. Gardujati No.58.
Nuansa lawas langsung terasa saat berkunjung ke Susu Murni Idjan di Jalan Pungkur. Tempat ini dikenal warga Bandung sejak 1950-an sebagai lokasi menikmati susu murni dengan cita rasa khas. Susu murni jadi menu andalan dengan pilihan rasa beragam, ditemani aneka kue basah dan camilan jadul seperti kue sus serta risol. Buka 07.00–21.00 WIB di Jl. Pungkur No.4, Regol.
Lima tempat ini membuktikan bahwa kuliner legendaris Bandung bukan sekadar soal rasa, tapi juga soal ketekunan menjaga resep dan tradisi. Masukkan ke daftar perjalanan kuliner kamu berikutnya.