SULAWESI SELATAN — PT Jasa Berdikari Logistics Tbk memulai pengiriman buah segar dengan truk listrik JAC UrbanMover N90EV untuk distributor PT Sewu Segar Nusantara di Makassar. Langkah ini jadi uji nyata pertama kendaraan listrik komersial di jalur distribusi produk segar, meski spesifikasi teknis armadanya belum diungkap detail.
Pemberangkatan perdana berlangsung di Makassar dan menandai masuknya kendaraan listrik ke rantai distribusi produk segar. JBL menyebut inisiatif ini sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan logistik yang lebih efisien sekaligus menekan emisi dari aktivitas transportasi.
Yang menarik, pengumuman ini tidak menyertakan satu pun angka teknis soal JAC UrbanMover N90EV. Tidak ada kapasitas baterai, jarak tempuh, daya angkut, maupun waktu pengisian. Padahal untuk truk niaga, angka-angka itu justru paling menentukan apakah kendaraan listrik benar-benar layak secara operasional.
JBL dan SSN memilih Makassar sebagai lokasi tahap awal penggunaan truk listrik ini. Wilayah tersebut akan menjadi basis distribusi buah segar dengan armada listrik sebelum dievaluasi lebih lanjut.
Keduanya menyebut kolaborasi ini sebagai sinergi antara penyedia jasa logistik dan pelaku industri untuk mendorong transformasi operasional yang lebih ramah lingkungan. Rencananya, pemanfaatan kendaraan listrik akan diperluas bila hasil evaluasi menunjukkan efisiensi yang memadai.
Dalam keterangan resminya, JBL menyatakan truk listrik ini diharapkan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi emisi karbon. Namun tidak ada data konsumsi energi per kilometer, biaya operasional per ritase, atau perbandingan dengan truk diesel yang selama ini dipakai.
Tanpa angka pembanding, klaim efisiensi masih bersifat pernyataan niat. Pembuktiannya baru akan terlihat setelah armada beroperasi cukup lama di medan distribusi Makassar dan sekitarnya.
CEO PT Jasa Berdikari Logistics Tbk James Budiarto menyebut langkah ini sebagai komitmen perusahaan terhadap solusi logistik yang lebih efisien dan berkelanjutan.
"Implementasi truk listrik dalam distribusi buah segar merupakan bagian dari komitmen JBL untuk menghadirkan solusi logistik yang semakin efisien dan berkelanjutan. Bersama SSN, kami ingin menunjukkan bahwa inovasi teknologi dan kebutuhan operasional pelanggan dapat berjalan seiring dengan upaya mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan transportasi logistik," ujar James Budiarto.
Distribusi buah segar punya tantangan sendiri: waktu tempuh harus pendek dan suhu terjaga. Kendaraan listrik menawarkan getaran lebih rendah dan tanpa emisi gas buang di area bongkar-muat, tapi ketergantungan pada ketersediaan pengisian daya jadi titik kritis di kota yang infrastruktur charging-nya belum serapat Jakarta.
JBL menyatakan akan terus mengeksplorasi pemanfaatan teknologi kendaraan listrik dalam layanan transportasi ke depan. Bila uji di Makassar berjalan mulus, bukan tidak mungkin armada serupa menyusul di kota lain. Tapi sampai ada angka konsumsi energi dan biaya per kilometer yang dipublikasikan, klaim efisiensi truk listrik ini masih perlu dibuktikan di lapangan.