BMKG Peringatkan Hujan, Angin Kencang, dan Udara Panas di 20 Wilayah Sulsel pada 27 Oktober 2026

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:33:02 WIB
Petugas BMKG memantau citra satelit untuk menyusun prakiraan cuaca di wilayah Sulawesi Selatan.

MAKASSAR — Prakiraan yang disusun tim prakirawan BBMKG Wilayah IV pada pukul 06.30 WITA menyebut pagi hari umumnya cerah berawan. Hujan ringan berpotensi turun lebih dulu di sebagian Luwu, Luwu Utara, Sidrap, dan Wajo.

Memasuki siang hingga sore, cakupan hujan meluas. Kota Makassar, Gowa, Maros, Pangkep, Barru, Bone, Bantaeng, Jeneponto, Takalar, Enrekang, Pinrang, Soppeng, Luwu Timur, Tana Toraja, dan Toraja Utara masuk daftar wilayah yang perlu bersiap.

Mengapa Hujan Siang Hari Perlu Diwaspadai Pengendara

Warga yang beraktivitas di luar ruangan diminta memperhatikan jam-jam sibuk. Pengendara sepeda motor perlu mengurangi kecepatan bila hujan turun karena permukaan jalan menjadi licin.

Pada malam hari, cuaca diprakirakan berawan dengan hujan ringan masih berpotensi di Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Tana Toraja, dan Toraja Utara. Potensi hujan meluas lagi pada dini hari ke Bone, Enrekang, Palopo, Pinrang, Pangkep, dan Wajo.

11 Wilayah Masuk Peringatan Dini Angin Kencang

BBMKG IV mengeluarkan peringatan dini angin kencang untuk Bantaeng, Bulukumba, Bone, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Sinjai, Wajo, Luwu Utara, Pinrang, dan Luwu. Warga di wilayah tersebut diminta mewaspadai pohon rapuh, papan reklame, serta benda yang mudah terbawa angin.

Warga sebaiknya tidak berteduh di bawah pohon besar saat angin kencang terjadi. Pengendara sepeda motor lebih rentan terhadap hembusan angin, begitu pula aktivitas di wilayah pesisir yang perlu memperhatikan kondisi sebelum melaut.

Suhu Capai 36 Derajat Celsius, 20 Daerah Diminta Jaga Kondisi Tubuh

Suhu udara Sulawesi Selatan berada pada kisaran 20–36 derajat Celsius dengan kelembapan 60–100 persen. Angin bertiup dari utara hingga timur laut dengan kecepatan 10–25 kilometer per jam.

Daerah yang perlu mewaspadai udara panas meliputi Bantaeng, Barru, Bone, Bulukumba, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Makassar, Maros, Pangkep, Parepare, Pinrang, Sidrap, Sinjai, Soppeng, Takalar, dan Wajo.

Warga disarankan mencukupi kebutuhan air minum dan mengurangi aktivitas berat saat cuaca terasa sangat panas. Topi atau payung membantu mengurangi paparan terik matahari. Orang lanjut usia, anak-anak, dan pekerja lapangan perlu mendapat perhatian lebih.

PM2.5 Tembus 150,4 Mikrogram per Meter Kubik

Konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat pada kisaran 55,5–150,4 mikrogram per meter kubik. Angka itu masuk kategori tidak sehat menurut informasi BBMKG IV.

Partikel berukuran sangat kecil ini dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Anak-anak, lansia, serta penderita penyakit pernapasan atau jantung paling berisiko mengalami gangguan kesehatan.

Warga diminta membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Gejala seperti batuk, sesak napas, atau iritasi saluran pernapasan perlu direspons dengan mengurangi paparan.

Prakiraan cuaca dan kualitas udara dapat berubah sewaktu-waktu. Masyarakat diharapkan mengikuti pembaruan informasi resmi BMKG sebelum merencanakan perjalanan jauh atau aktivitas di wilayah terbuka.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: journalistindependent.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top