MAKASSAR — Prakiraan cuaca Sulsel pada pagi hari diprakirakan cerah berawan, dan kondisi serupa berlanjut hingga siang. Hujan ringan tetap berpeluang muncul di sejumlah daerah, terutama wilayah yang berbatasan dengan dataran tinggi.
Wilayah yang berpotensi diguyur hujan ringan meliputi Bone, Enrekang, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Tana Toraja, Toraja Utara, dan Wajo. Masyarakat diminta menyiapkan payung atau jas hujan bagi yang beraktivitas di luar ruangan.
Staf Prakirawan BMKG Makassar, Farid, menyebut hujan yang terpantau radar BMKG pada Jumat (23/10) terjadi di sebagian wilayah Gowa, Maros, dan Pangkep. Hujan umumnya turun di daerah dataran tinggi, termasuk Malino, Kabupaten Gowa.
Menurut Farid, hujan di kawasan dataran tinggi berkaitan dengan pembentukan awan di wilayah laut yang kemudian terbawa menuju daratan. Ketika awan bergerak ke daratan dan menghadapi kenaikan ketinggian wilayah, awan berkembang hingga menghasilkan hujan di pegunungan.
Pada malam hingga dini hari, cuaca Sulsel secara umum diprakirakan cerah berawan.
BMKG mengeluarkan peringatan waspada potensi angin kencang di Bantaeng, Barru, Gowa, Kepulauan Selayar, Maros, Makassar, Pangkep, Pinrang, Parepare, Sidrap, Soppeng, Takalar, Tana Toraja, dan Wajo. Kabupaten Jeneponto masuk kategori siaga potensi angin kencang.
Warga di wilayah terdampak diimbau berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di area terbuka dan lokasi yang rawan terdampak angin kencang. Angin diprakirakan bertiup dari utara hingga timur laut dengan kecepatan 13–32 kilometer per jam.
Selain hujan dan angin kencang, BMKG mengeluarkan peringatan waspada potensi udara panas di Barru, Bantaeng, Bone, Bulukumba, Gowa, Kepulauan Selayar, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Makassar, Maros, Pangkep, Parepare, Pinrang, Sinjai, Sidrap, Soppeng, Takalar, dan Wajo.
Konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat pada kisaran 55,5–98,2 mikrogram per meter kubik dengan kategori tidak sehat. Kelompok sensitif, seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan, perlu memperhatikan kondisi kualitas udara saat beraktivitas di luar ruangan.
Prakiraan dan peringatan tersebut berdasarkan informasi BBMKG Wilayah IV yang dibuat pada Jumat, 23 Oktober 2026 pukul 14.00 WITA.
Kualitas udara di Kota Makassar sempat memburuk ke kategori sangat tidak sehat pada pekan sebelumnya. Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Sulawesi Selatan, Rizky Yudha, membenarkan kondisi tersebut.
"Pada jam 9 WITA naik menjadi kategori sangat tidak sehat," ucap Rizky, Rabu (14/10/2026).
Rizky menyatakan penyebaran partikulat hampir merata di setiap kabupaten/kota di Sulsel dengan nilai PM2.5 yang berbeda-beda. Menurutnya, konsentrasi PM2.5 di Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan, Maros, tercatat mencapai 85,3 mikrogram per meter kubik dengan kategori tidak sehat.
"Partikulatnya, sampai hari ini PM2.5 dan untuk hari ini, masih menunjukkan kategori Tidak Sehat. Potensinya seperti itu, tapi hal ini juga bergantung dari sumber polutannya dan arah anginnya," jelasnya.
Warga diimbau memantau pembaruan prakiraan BMKG sebelum beraktivitas di luar ruangan, terutama di wilayah dengan status siaga angin kencang.