Reza Rahadian hingga Wendi Cagur Dorong Karhutla Jadi Bencana Nasional

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:07:01 WIB
Aktor Reza Rahadian menyampaikan pandangannya mengenai status bencana nasional karhutla dalam sebuah acara.

SULAWESI SELATAN — Aktor Reza Rahadian dan komedian Wendi Cagur kompak mendesak pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan sebagai bencana nasional. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat sekitar 1.481 hektare lahan masih terbakar di enam provinsi prioritas hingga Rabu (21/10). Seruan keduanya muncul saat kabut asap kian menyengsarakan warga di Kalimantan, Sumatra, hingga Papua.

Reza Rahadian menilai penetapan status bencana nasional tidak akan menurunkan nilai musibah yang sedang terjadi. Menurutnya, status itu justru membuka pintu bagi lebih banyak organisasi untuk terlibat dalam penyaluran bantuan.

"Ini kenapa pentingnya bagi saya, ya, status bencana nasional itu sebenarnya tidak mendegradasi nilai apa pun," kata Reza.

"Tapi membuka ruang atas partisipasi lebih banyak organisasi di luar mungkin, untuk kemudian bisa berbondong-bondong memberikan bantuan, baik logistik, teknologi yang terbarukan, dan lain-lain," sambungnya.

Enam Provinsi Prioritas Karhutla

Data BNPB hingga Rabu (21/10) menunjukkan sekitar 1.481 hektare lahan masih terbakar di berbagai wilayah Indonesia. Luasan itu mencakup enam provinsi prioritas penanganan karhutla, yakni Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Riau.

Kebakaran yang tak kunjung padam membuat masyarakat tercekik kabut asap. Dampaknya bahkan melintasi batas negara dan dirasakan hingga ke negara tetangga.

Reza Soroti Mitigasi, Bukan Hanya Dalang

Reza mengaku mengikuti perkembangan penelusuran pihak yang bertanggung jawab atas karhutla melalui sejumlah kanal berita. Ia memahami proses hukum sedang berjalan, tetapi menegaskan fokus tidak boleh berhenti di situ.

"Jadi saya membaca beberapa di kanal-kanal berita, prosesnya memang sudah berjalan, proses untuk mencari siapa dalang di balik peristiwa tersebut. Tapi kan kita sekarang enggak hanya harus fokus di situ, tapi kita harus fokus pada mitigasinya," ujarnya.

"Saya yakin dan juga bisa memahami di satu di satu pihak, gitu ya, bahwa ya upayanya memang dilakukan, tapi upaya itu perlu ditingkatkan," lanjut Reza.

Wendi Cagur: Napas Susah, Pandangan Sulit

Wendi Cagur menyuarakan hal senada lewat unggahan di Instagram. Ia menyoroti kepungan kabut asap yang makin meluas dan menyiksa fisik warga, terutama di kawasan Kalimantan, Sumatra, hingga Papua.

"Tapi lebih nyiksa lagi ketika kita tinggal di suatu tempat di mana napas aja susah, pandangan aja sulit," kata Wendi.

"Kalau memang sudah waktunya, dan memang sepertinya sudah seharusnya kejadian ini dijadikan bencana nasional," ujarnya dalam unggahan itu.

Wendi berharap pemerintah daerah maupun pusat tidak menutup telinga dan mata terhadap kondisi masyarakat yang kian tercekik polusi udara. Baginya, eskalasi kejadian sudah pada tahap yang menuntut intervensi skala besar layaknya bencana nasional.

Pemerintah Masih Menangani Sendiri

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman mengungkap alasan pemerintah belum berencana menaikkan status karhutla di Sumatra dan Kalimantan menjadi bencana nasional. Ia menegaskan negara masih mampu menangani persoalan tersebut.

"Masalah penerapan bencana nasional, ya. Ya, sementara kita masih sanggup, ya, negara kita masih sanggup. Negara kita masih sanggup," kata Dudung usai rapat gabungan lintas kementerian di kantor Kemenko Polkam, Senin (19/10).

Perbedaan sikap antara kalangan artis dan pemerintah ini menambah panjang diskursus soal penanganan karhutla. Seruan publik dari figur seperti Reza dan Wendi biasanya menjadi tekanan tersendiri bagi pemerintah untuk mempercepat respons di lapangan.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top