MAKASSAR — Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah IV merilis prakiraan cuaca Sulawesi Selatan yang diterbitkan Rabu (21/10/2026). Selain status siaga di Jeneponto, sebanyak 12 kabupaten dan kota masuk kategori waspada angin kencang.
Daftar wilayah waspada meliputi Bantaeng, Bulukumba, Gowa, Kepulauan Selayar, Luwu, Luwu Utara, Maros, Pinrang, Sidrap, Takalar, Wajo, dan Kota Parepare. Jeneponto menjadi satu-satunya daerah berstatus siaga dalam prakiraan tersebut.
Angin diprakirakan bertiup dari arah utara hingga timur laut dengan kecepatan berkisar 12–36 kilometer per jam. Warga yang beraktivitas di luar ruangan diminta memperhatikan kondisi cuaca dan meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak angin kencang.
Peringatan serupa berlaku bagi pekerja lapangan, nelayan, dan pengguna jalan yang melintasi wilayah pesisir. Kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu sehingga pemantauan informasi terbaru menjadi penting.
BMKG juga mengingatkan potensi udara panas di 16 wilayah: Barru, Bone, Bulukumba, Gowa, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Makassar, Maros, Pangkep, Parepare, Pinrang, Sinjai, Sidrap, Takalar, dan Wajo. Suhu udara diprakirakan berkisar 19 hingga 37 derajat Celsius dengan kelembapan 48–100 persen.
Masyarakat yang bekerja di luar ruangan pada siang hari disarankan membatasi paparan sinar matahari langsung, mencukupi kebutuhan cairan, dan menggunakan pelindung dari panas. Langkah itu membantu mengurangi risiko gangguan akibat suhu tinggi.
Secara umum, cuaca Sulsel didominasi cerah berawan sepanjang Kamis. Pada pagi hari, kondisi cerah berawan diperkirakan bertahan hingga siang dan sore, meski hujan ringan berpotensi turun di sebagian Enrekang, Luwu, Sidrap, dan Tana Toraja.
Memasuki malam, cuaca kembali cerah berawan dengan potensi hujan ringan di sebagian Luwu Timur. Pada dini hari, hujan ringan berpotensi mengguyur sebagian wilayah Toraja Utara. Warga yang hendak melakukan perjalanan antardaerah diminta memperhatikan perkembangan cuaca.
Konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Sulawesi Selatan tercatat pada kisaran 15,6–49,8 mikrogram per meter kubik dengan kategori sedang. Partikel berukuran sangat kecil itu dapat masuk ke saluran pernapasan.
Masyarakat yang sensitif terhadap polusi udara disarankan memperhatikan kondisi lingkungan dan mengurangi paparan apabila kualitas udara memburuk. Prakiraan cuaca tersebut disusun Prakirawan BBMKG Wilayah IV pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 14.00 WITA.
BMKG mengimbau warga terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi, khususnya bagi mereka yang berada di daerah dengan peringatan dini angin kencang dan potensi udara panas.