Papan Etika Berkemah di Murodo Station Jepang Khusus untuk Wisatawan Indonesia

Penulis: Tedy Rustandi  •  Rabu, 16 September 2026 | 18:42:01 WIB
Papan imbauan etika berkemah berbahasa Indonesia terpasang di kawasan Murodo Station, Tateyama Kurobe Alpine Route, Prefektur Toyama, Jepang.

SULAWESI SELATAN — Papan imbauan etika berkemah berbahasa Indonesia berdiri di kawasan Murodo Station, Tateyama Kurobe Alpine Route, Prefektur Toyama, Jepang. Papan itu memuat aturan tidur pukul 21.00, larangan meninggalkan sisa makanan, dan peringatan keberadaan beruang di jalur pegunungan. Temuan ini viral setelah diunggah akun Instagram Adriansyahyasin, menyusul lonjakan kunjungan wisatawan Indonesia ke Jepang sepanjang 2024.

Jumlah camper Indonesia di kawasan Tateyama disebut meningkat tajam sejak 2024. Papan itu sendiri menyebut lonjakan tersebut sebagai alasan pemasangan imbauan berbahasa Indonesia, meski angka pastinya belum dikonfirmasi sebagai data resmi.

Sebagai pembanding, Japan National Tourism Organization (JNTO) mencatat 517.600 kunjungan wisatawan Indonesia ke Jepang pada 2024. Angka itu naik 20,5 persen dibanding 2023 yang mencapai 429.382 kunjungan.

Isi Papan: Aturan Tidur hingga Larangan Barbeku

Papan tersebut menegaskan bahwa berkemah di gunung tidak sama dengan berkemah di pantai. Pengunjung diminta tidak meninggalkan makanan, memisahkan sampah, memasak dengan cepat, serta memakai peralatan makan yang bisa digunakan ulang.

Soal waktu istirahat, camper diimbau sudah tidur pukul 21.00 dan menjaga percakapan tetap tenang. Perlengkapan standar pegunungan juga wajib dibawa: peta, lampu kepala, jas hujan, dan pakaian untuk cuaca dingin.

Bagian bertanda silang mencantumkan perilaku yang dinilai bermasalah. Daftarnya mencakup meninggalkan banyak sisa makanan, memakai peralatan makan sekali pakai, barbeku lebih dari dua jam, mencampur sampah dengan sisa makanan, menari dan bernyanyi lewat tengah malam, hingga membuang sampah di jalur pegunungan.

Kaitan Sisa Makanan dan Kemunculan Beruang

Larangan meninggalkan sisa makanan di papan itu berkaitan langsung dengan keberadaan beruang di Tateyama. Pemerintah Tateyama Town pada Juni 2026 mengingatkan wisatawan bahwa penampakan beruang cukup sering terjadi di wilayah tersebut.

Wisatawan diminta membawa pulang sampah yang bisa menjadi sumber makanan bagi beruang. Kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan itu juga ditekankan.

Peringatan ini bukan imbauan biasa. Pada Mei 2026, Tateyama Town melaporkan insiden wisatawan terluka akibat beruang di jalur menuju Air Terjun Shomyo. Pemerintah setempat kemudian memperkuat langkah pencegahan di kawasan wisata tersebut.

Respons Warganet dan Pesan untuk Camper Indonesia

Unggahan video papan itu dibagikan lewat akun Instagram Adriansyahyasin. Pemilik akun menyebut papan tersebut ditemukan jauh di area Murodo Station, di Tateyama Kurobe Alpine Route yang terkenal di Jepang.

"Informasi untuk pengunjung/campers Indonesia! Sign ini kami temukan jauh di Murodo Station, di Tateyama Kurobe Alpine Route yang terkenal di Jepang," tulis pemilik akun, dikutip dari CNNIndonesia.com yang telah meminta izin mengutip unggahan tersebut.

Ia juga mengajak sesama wisatawan Indonesia menjaga sikap selama berada di luar negeri. "Yuk, sebagai orang Indonesia yang dapat kesempatan bisa jauh ke luar negeri untuk selalu menjaga adab dan patuhi aturan yang ada," katanya.

Tips Berkemah di Kawasan Pegunungan Jepang

Bagi traveler Indonesia yang berencana bermalam di area seperti Murodo, ada beberapa hal yang perlu disiapkan sebelum berangkat. Bawa kantong sampah terpisah untuk organik dan anorganik sejak awal pendakian.

Hindari membawa makanan berbau menyengat yang sulit dikemas ulang. Jika memasak, gunakan kompor portabel dan selesaikan prosesnya cepat agar tidak mengundang satwa liar.

Periksa rambu dan papan informasi terbaru di pos pendakian. Informasi terkini soal status beruang dan aturan berkemah dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata atau pengelola Tateyama Kurobe Alpine Route setempat.

Untuk pendaki yang ingin merasakan suasana Murodo, alokasikan setidaknya satu malam di area perkemahan resmi. Datang di luar musim hujan dan pastikan perlengkapan dingin sudah lengkap sebelum naik.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top