SULAWESI SELATAN — Langkah ini menandai babak baru bagi produser elektronik asal Kanada tersebut. Ia tidak hanya ingin fokus pada musik, tetapi juga memperluas sayap ke berbagai proyek lintas platform yang sudah ia rintis beberapa tahun terakhir.
Dalam pernyataannya, Zimmerman menyebut rekam jejak IAG dalam menciptakan peluang lintas sektor bagi musisi sebagai daya tarik utama. Ia menilai IAG memahami arah bisnisnya yang terus berkembang di dunia tur, musik, teknologi, dan usaha baru.
"Rekam jejak IAG yang terbukti dalam menciptakan peluang kreasi dan kepemilikan konten lintas sektor bagi artis musik adalah yang menarik saya kepada mereka," ujar Zimmerman. "Seiring bisnis saya terus berkembang di dunia tur, musik, teknologi, dan usaha baru, saya antusias bermitra dengan tim yang memahami tujuan kami dan dapat membantu kami membangun apa yang berikutnya."
IAG sendiri dipimpin CEO Jim Osborne dan Presiden Kyle Loftus. Keduanya menyambut Deadmau5 dengan pernyataan yang menegaskan posisi artis tersebut di industri hiburan.
"Dia adalah kekuatan kreatif yang muncul sekali dalam satu generasi dan merepresentasikan persis ke mana kami percaya bisnis hiburan sedang bergerak — persimpangan antara musik, teknologi, konten, dan kepemilikan," kata Osborne dan Loftus dalam pernyataan bersama.
Mereka menambahkan bahwa Deadmau5 selalu berada di depan kurva sepanjang kariernya, mulai dari pendekatan terhadap produksi live dan streaming hingga gaming, perangkat lunak, dan pengalaman digital. Musik akan selalu menjadi pusat, tetapi peluangnya jauh melampaui itu.
Deadmau5 berencana merombak dan mengembangkan sejumlah properti kreatif yang sudah ia miliki. Salah satunya adalah serial wawancara digital "Coffee Run" yang telah menjadi konten populer di kanal YouTube-nya.
Ia juga akan menggarap Oberhasli Games, perusahaan video game yang ia dirikan, serta Auto/Pilot, platform perangkat lunak pertunjukan live yang dirancang untuk mixing kreatif, aransemen real-time, sampling, sequencing, dan otomasi.
Langkah ini menunjukkan bahwa Deadmau5 tidak lagi sekadar DJ atau produser musik. Ia memposisikan diri sebagai pemilik dan pengembang kekayaan intelektual di berbagai medium.
Deadmau5 mulai merilis musik pada 2005 dan telah menjadi figur utama di sirkuit musik elektronik selama hampir dua dekade. Ia juga dikenal vokal dalam memperjuangkan hak dan kepemilikan artis.
Label Mau5trap miliknya pernah merilis karya sejumlah nama besar seperti Skrillex, Rezz, Noisia, Feed Me, dan i_o. Pada Maret 2025, ia menjual katalog lagu dan label Mau5trap kepada Create Music Group dalam kesepakatan senilai lebih dari 55 juta dolar AS.
Transaksi itu mencakup hak rekaman suara dan hak cipta lebih dari 4.000 lagu, plus pembentukan joint venture untuk merilis rekaman baru Deadmau5 dan dari Mau5trap di masa depan.
Meski pindah agensi, Deadmau5 tetap didampingi manajer Dean Wilson dari Circuit Group/Seven20 dan pengacara Dina LaPolt. Keduanya telah lama menangani urusan bisnis dan hukumnya.
Dengan portofolio yang mencakup musik, gaming, perangkat lunak, dan konten digital, langkah Deadmau5 ke IAG menjadi sinyal bahwa batas antara musisi dan perusahaan teknologi semakin tipis. Industri hiburan global kini menuntut artis untuk tidak hanya tampil di panggung, tetapi juga memiliki dan mengelola ekosistem kreatifnya sendiri.