MAKASSAR — Makassar Leadership Summit (MLS) 2026 resmi menyiapkan panggung pertemuan para pemimpin lintas sektor di Indonesia Timur. Forum yang akan berlangsung di Sandeq Ballroom, Hotel Claro, Makassar, ini dijadwalkan hadir pada Kamis (8/10), menyusul suksesnya edisi pertama pada 2023 yang dihadiri lebih dari 1.000 peserta.
Ketua Panitia MLS 2026, Fauziah Zulfitri, menyebut forum ini dirancang untuk mempertemukan pengalaman dan perspektif dari berbagai sektor. Menurutnya, kepemimpinan yang relevan lahir dari kemampuan melihat melampaui batas organisasi.
MLS 2026 mengangkat kerangka besar yang mencakup People, Technology, Resilience, dan Sustainability. Keempatnya diterjemahkan sebagai fondasi Human-Centered Leadership, literasi AI dan etika digital, leadership agility, hingga perspektif ESG dan risiko iklim.
Forum ini menyasar kalangan business owners, CEO, jajaran direksi, HR leaders, eksekutif senior, komunitas profesional, hingga akademisi. Targetnya, lahir gagasan yang menjawab kebutuhan masyarakat melalui kolaborasi konkret antarsektor.
Selain Jusuf Kalla dan Hendra Lembong, sejumlah nama besar dijadwalkan mengisi agenda. Ada Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yasserly, Mantan CEO Garuda Indonesia Irfan Saputra, serta Managing Director Human Capital Danantara Asset Management Agus Dwi Handaya.
Hadir pula Chief Human Capital Officer PT Vale Indonesia Heriyanto Agung Putra, Chief Technology Officer Paragon Risman Adnan, dan Chief People Officer Tiket.com Dudi Arisandi. Dari kalangan lokal, tampak nama Imelda Jusuf Kalla yang menjabat Finance & Legal Director Kalla.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut baik inisiatif ini. Ia menekankan bahwa pembangunan membutuhkan kepemimpinan yang mampu mempertemukan berbagai kepentingan, bukan bekerja secara terisolasi.
"Kepemimpinan hari ini membutuhkan kemampuan untuk melihat persoalan secara lebih luas. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi," ungkapnya dalam audiensi, Selasa (1/9).
Menurut Munafri, ketika berbagai kekuatan dipertemukan dalam satu ruang dialog, peluang menghasilkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan warga menjadi lebih besar. Ia menilai forum seperti MLS penting bagi iklim kepemimpinan di kawasan timur Indonesia.
Penyelenggaraan MLS 2026 merupakan buah kolaborasi tiga organisasi besar: PMSM, GNIK, dan APINDO. Ketiganya menghadirkan forum ini sebagai ruang perjumpaan para pemimpin untuk memperluas perspektif dan membangun kolaborasi berdampak bagi masa depan Indonesia Timur.
Fauziah menambahkan, pihaknya ingin para pemimpin keluar sejenak dari rutinitas organisasi dan memahami persoalan dari sudut pandang berbeda. "Dari perjumpaan itulah kita dapat menemukan cara pandang baru, membangun koneksi, dan mengubah gagasan menjadi dampak," pungkasnya.