MAKASSAR — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulawesi Selatan menyiapkan kader legislatifnya menghadapi keterbatasan fiskal. Salah satu caranya, partai memastikan anggota DPRD tetap bekerja optimal meski anggaran daerah tengah diefisiensikan.
Sekretaris DPD Gerindra Sulsel Darmawangsyah Muin mengakui kondisi keuangan daerah saat ini hampir merata mengalami pengetatan. Kondisi itu, kata dia, otomatis turut berdampak pada aktivitas dan fungsi pengawasan anggota dewan di lapangan.
“Sekarang ini kondisi keuangan daerah hampir sama. Tentu kondisi anggota DPR juga maupun daerah-daerah kita sudah paham, sekarang ini lagi ada efisiensi. Sehingga tentu ini berdampak ke DPR juga,” tutur Darmawangsyah.
Darmawangsyah menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan bagi kader untuk mengurangi pelayanan kepada masyarakat. Para legislator diminta tetap menjaga integritas dan daya juang dalam menjalankan amanah yang diberikan warga.
“Saya mengingatkan untuk terus tangguh, terus menjaga integritas dari seluruh anggota DPR kami untuk terus menghadapi kondisi-kondisi ini, tetapi tanpa mengurangi daya juang dan pelayanan mereka ke masyarakat yang mereka wakili,” jelasnya.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Arthama Makassar pada 1-3 September 2026 ini dibuka secara resmi pada Rabu (2/9/2026). Selain pengelolaan keuangan dan aset, peserta juga mendapat pendalaman materi mengenai pengelolaan media sosial.
Darmawangsyah menjelaskan, tema tersebut dipilih karena berkaitan langsung dengan tugas pokok dan fungsi legislator. Pihaknya menilai pemahaman anggota dewan terkait kewenangan di lembaga legislatif perlu terus dipertajam.
“Kita melihat masih banyak anggota DPR kita yang memang di DPR dilakukan bimbingan teknis juga terkait dengan semua hal kewenangan dan fungsinya. Tetapi kita mau lebih mempertajam,” ujarnya.
Bimtek ini tidak hanya menjadi ruang pendalaman materi, tetapi juga momentum internal partai memperkuat kedisiplinan kader. Darmawangsyah menekankan, anggota DPRD Gerindra tidak hanya terikat pada mekanisme di lembaga legislatif, tetapi juga pada aturan main partai.
“Mungkin saja di DPR itu mereka tidak dibatasi dengan kedisiplinan pada saat pelaksanaan, tetapi kita di Gerindra kan mereka diikat dengan kedisiplinan partai. Itu salah satu tujuan kita,” terang pria yang akrab disapa DM ini.
Tingginya tingkat kehadiran—115 dari 116 anggota—dinilai menunjukkan keseriusan kader mengikuti arahan partai. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi untuk mengecek kondisi dan kesiapan setiap pengurus di daerah masing-masing.
Di hadapan para legislator, Darmawangsyah juga mengingatkan agar tidak cepat puas dengan posisi Gerindra yang saat ini menjadi partai penguasa di tingkat nasional. Ia meminta kader yang ingin meningkatkan jenjang politik atau “naik kelas” untuk mempersiapkan diri sejak dini.
“Namanya politik tentu sedini mungkin dipersiapkan. Itu yang saya ingatkan ke mereka. Apalagi yang mau naik kelas, wajib untuk mempersiapkan diri lebih awal, lebih dini,” beber Wakil Bupati Gowa ini.
Posisi pemenang di eksekutif, lanjut Darmawangsyah, justru harus dibuktikan dengan kerja nyata. Kepercayaan masyarakat yang sudah diberikan harus dijaga dengan kinerja, bukan justru membuat kader lengah.
“Jangan mentang-mentang kita sudah menang di eksekutif, kita punya presiden, tetapi mereka berpikir bahwa ini sudah selesai. Tidak,” tegasnya.
“Semakin kita sebagai partai yang sekarang mempunyai pimpinan tertinggi di negara di Republik ini, semakin kita harus memperlihatkan ke masyarakat dan meyakinkan masyarakat bahwa mereka tidak akan salah pilih pada saat mereka mencalonkan diri,” pungkasnya.