Pendapatan Pelindo Jasa Maritim Tumbuh 5%, Unit Kotabaru Melesat 29%

Penulis: Ujang Rahmat  •  Selasa, 01 September 2026 | 19:43:01 WIB
Pendapatan Pelindo Jasa Maritim tumbuh 5% secara tahunan, dengan Unit Kotabaru mencatat pertumbuhan 29% hingga Juli 2026.

SULAWESI SELATAN — Angka itu menjadi sinyal positif di tengah kondisi bisnis yang tidak merata antar area. Jawa 1 yang biasa menjadi kontributor terbesar hanya tumbuh moderat, sementara Bali Nusra justru terkontraksi. Justru dari Kalimantan Selatan, unit yang lebih kecil tampil sebagai lokomotif pertumbuhan.

Unit Kotabaru Jadi Mesin Pertumbuhan Kalimantan Selatan

Unit Pelindo Jasa Maritim di Pelabuhan Kotabaru mencatat pertumbuhan pendapatan 29% secara tahunan hingga Juli 2026. Realisasi ini telah melampaui 26% dari target RKAP periode berjalan dan mencapai 73% dari target satu tahun penuh — angka yang menunjukkan tren penjualan masih berpotensi berlanjut hingga akhir tahun.

Pendorong utamanya jelas: aktivitas bongkar muat batu bara dan hasil tambang di kawasan Kalimantan Selatan yang terus menguat. Permintaan logistik komoditas energi dari pelabuhan ini menjadi daya ungkit utama pendapatan unit.

Kinerja Kotabaru ikut mengangkat area Kalimantan 3 secara keseluruhan, yang mencatat pertumbuhan pendapatan 11% secara tahunan dengan ketercapaian 96% dari target periode berjalan. Unit Bumiharjo bahkan tumbuh lebih cepat, 52% secara tahunan, meski dari basis yang lebih kecil dibanding unit lain. Banjarmasin juga tumbuh 17% dengan ketercapaian 104% dari target, sementara Celukan Bawang di area Bali Nusra tumbuh 24%.

Jawa 1 Tumbuh Sedang, Bali Nusra Justru Terkoreksi

Area Jawa 1 yang menjadi penyumbang pendapatan terbesar di wilayah 3 mencatat pertumbuhan lebih moderat, 5,4% secara tahunan, dengan ketercapaian 93% dari target periode berjalan. Unit Tanjung Perak sebagai kontributor terbesar tumbuh 6,4%, sedangkan Tanjung Emas tumbuh 6,8% dengan ketercapaian 110% dari target.

Di sisi lain, area Bali Nusra menghadapi tantangan signifikan. Pendapatannya menyusut 11,7% secara tahunan dengan ketercapaian hanya 84% dari target periode berjalan. Penurunan terjadi di sejumlah unit utama seperti Benoa dan Lembar, yang terdampak lemahnya aktivitas logistik di kawasan tersebut.

Manajemen Fokus Optimalisasi Pelayanan

SVP Sekretaris Perusahaan Pelindo Jasa Maritim, Tubagus Patrick, menyatakan bahwa kinerja Kotabaru dan sejumlah unit di Kalimantan Selatan mencerminkan menguatnya aktivitas logistik komoditas tambang di kawasan tersebut. Unit-unit ini menjadi penopang di tengah tantangan pertumbuhan yang lebih terbatas di beberapa area lain.

"Optimalisasi pelayanan kapal dan barang di unit-unit dengan tren positif akan terus didorong untuk menopang capaian wilayah 3 hingga akhir tahun anggaran," tutup Tubagus Patrick.

Ke depan, prospek wilayah 3 masih bertumpu pada keberlanjutan permintaan komoditas tambang dari Kalimantan Selatan. Jika tren ini bertahan, peluang melampaui target RKAP tahun penuh 2026 terbuka lebar — meski tekanan dari area Bali Nusra tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus dikelola manajemen.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: gosulsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top