MAKASSAR — Penyaluran perdana di Kelurahan Untia menyasar 262 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Setiap kepala keluarga menerima 10 kilogram beras per bulan, atau total 30 kilogram untuk tiga bulan sekaligus. Total beras yang dialokasikan untuk kelurahan tersebut mencapai 7.860 kilogram.
Kegiatan ini menjadi titik awal penyaluran Bantuan Pangan Beras yang menyasar total 89.231 PBP di Kota Makassar dengan alokasi 2.676.930 kilogram. Angka ini bagian dari kuota provinsi Sulawesi Selatan yang mencakup 948.089 PBP dan total beras 28.442.670 kilogram.
Direktur Pemasaran Perum BULOG, Rahmanto Amin Jatmiko, menyebut ketersediaan stok menjadi kunci kelancaran program ini. Untuk wilayah kerja Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, BULOG mencatat stok beras mencapai sekitar 859 ribu ton.
“Kami berharap pelaksanaan Program Bantuan Pangan di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar, dapat berlangsung tertib, transparan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Rahmanto dalam keterangannya di Makassar, Senin (31/8/2026).
Menurut Rahmanto, program ini bukan sekadar penyaluran beras. Ini bentuk kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan pangan warga sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Penyaluran di Kelurahan Untia dilakukan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kehadiran koperasi ini dinilai memperpendek rantai distribusi sehingga bantuan lebih cepat sampai ke penerima.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, menilai fungsi BULOG saat ini luar biasa dalam mengelola Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Ia menyebut stok yang dikelola BULOG mencapai 5 juta ton.
“Fungsi BULOG saat ini luar biasa. Dengan mengelola stok CBP yang sangat besar, sebanyak 5 juta ton, maka sampai tahun depan sudah dipastikan tidak ada masyarakat Indonesia yang kelaparan,” ujar Nurdin.
Ia menambahkan, BULOG kini menjadi mitra strategis KDKMP untuk menyalurkan bantuan pemerintah kepada masyarakat. Secara nasional, stok beras yang dikelola BULOG tercatat sekitar 5,1 juta ton.
BULOG menyatakan penyaluran ini didukung jaringan distribusi dan kerja sama dengan pemerintah pusat, DPR RI, pemerintah daerah, serta KDKMP. Sinergi ini memastikan bantuan pangan tiba sesuai target penerima.
Selain menjamin ketersediaan, BULOG juga mendorong penguatan ekosistem pangan nasional lewat jaringan distribusi yang semakin dekat dengan masyarakat. Langkah ini sekaligus menjaga keterjangkauan harga pangan bagi warga Sulawesi Selatan.