Battlefield 6 Refund 400 Jam Diterima Steam, Anomalith Laris di Luar Jepang

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 10:37:01 WIB
Steam mengabulkan refund Battlefield 6 untuk akun dengan waktu bermain lebih dari 400 jam, melampaui batas kebijakan standar dua jam.

SULAWESI SELATAN — Kebijakan refund Steam memang terkenal ketat, tetapi laporan terbaru menunjukkan adanya kelonggaran yang tidak biasa. Seorang pemain mengklaim berhasil mendapatkan refund untuk Battlefield 6 setelah mencatatkan waktu bermain lebih dari 400 jam, sebuah angka yang biasanya jauh melewati batas maksimal dua jam yang ditetapkan platform.

Kejadian ini memicu diskusi hangat di komunitas PC gaming. Banyak yang berspekulasi bahwa kelonggaran ini terjadi karena kondisi server yang buruk atau masalah teknis lain yang dialami pemain pada saat peluncuran. Meski Valve tidak pernah mempublikasikan alasan detail di balik keputusan refund, kasus ini menjadi preseden menarik bagi pemain lain yang merasa dirugikan.

Anomalith: Kesuksesan Tak Terduga FurYu di Pasar Global

Sementara itu, kabar baik datang dari developer indie Jepang, FurYu. Game terbaru mereka, ANOMALITH, yang dirilis belum lama ini, berhasil menembus tangga lagu terlaris Steam di berbagai negara di luar Jepang. Pencapaian ini jelas di luar ekspektasi tim developer yang mengaku sempat meragukan daya tarik game tersebut untuk pasar internasional.

Kesuksesan ANOMALITH menunjukkan bahwa pasar global masih sangat terbuka terhadap karya-karya indie dengan mekanisme gameplay yang unik, terlepas dari asal usul pengembangnya. FurYu kini tengah memantau masukan pemain asing untuk pengembangan konten selanjutnya.

FBI Tangkap Pelaku Malware Steam karena Kecerobohan Sendiri

Di tengah kabar positif tersebut, isu keamanan kembali menghantui ekosistem Steam. Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat berhasil menangkap seorang pelaku yang diduga menyebarkan malware melalui platform tersebut. Yang menarik, penangkapan ini terjadi bukan karena penyelidikan yang rumit, melainkan karena kesalahan fatal yang dilakukan oleh pelaku itu sendiri.

Menurut laporan yang dihimpun, pelaku secara tidak sengaja meninggalkan jejak digital yang mengarah langsung ke identitas aslinya. Insiden ini menjadi pengingat bagi para gamer untuk selalu waspada terhadap aplikasi atau game mencurigakan yang ditawarkan di luar mekanisme resmi Steam, serta pentingnya menjaga keamanan akun dari potensi phishing.

Ketiga peristiwa ini menandai pekan yang sibuk bagi ekosistem PC gaming. Mulai dari kebijakan refund yang tidak biasa, fenomena kesuksesan game indie Jepang di kancah global, hingga aksi penegakan hukum terhadap kejahatan siber di platform distribusi digital terbesar di dunia.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: gamebrott.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top