Puncak HAN ke-42 di Enrekang, Bupati Yusuf Ritangnga Ajak 150 Anak Forum Massenrempulu Kenali Daerah dan Bangga Jadi Generasi Berkarakter

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 13:03:43 WIB
Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga menyampaikan sambutan pada puncak peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di Ruang Pola Kantor Bupati Enrekang, Minggu (9/8/2027).

ENREKANG — Suasana berbeda terasa di Ruang Pola Kantor Bupati Enrekang pada Minggu (9/8/2027). Bukan rapat kerja yang berlangsung, melainkan perayaan puncak Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 yang dikemas dengan lomba seni dan budaya untuk pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA sederajat.

Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga memberi pesan yang tidak biasa kepada ratusan anak yang hadir. Ia tidak hanya meminta mereka rajin belajar, tetapi juga mengingatkan agar tidak melupakan asal-usulnya.

"Anak-anak Enrekang boleh mengukir prestasi, belajar setinggi apa pun, mengembangkan seluruh potensinya, tapi jangan lupa dari mana kita berasal," ujar Yusuf Ritangnga di hadapan peserta.

Kenali Daerah, Banggakan Enrekang

Orang nomor satu di Enrekang itu secara khusus mengajak generasi muda untuk mencintai wilayahnya sendiri. Menurutnya, kebanggaan terhadap tanah kelahiran menjadi fondasi karakter yang kuat bagi anak.

"Kenali daerah, cintai daerahmu, banggakan Enrekang dan jadilah generasi yang berkarakter," tegasnya.

Yusuf juga mengingatkan para orang tua dan pendidik bahwa setiap anak memiliki keistimewaan yang berbeda. Tidak semua anak harus menjadi juara di bidang yang sama, karena bakat bisa tersebar di akademik, olahraga, seni, budaya, teknologi, keagamaan, hingga kepemimpinan.

Suara Anak dari Musrenbang 2026 Harus Ditindaklanjuti

Di sisi lain, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Enrekang, Dr. Ir. Sulviah, menyoroti tindak lanjut aspirasi anak. Ia meminta agar 18 Suara Anak yang lahir dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Anak 2026 mendapat perhatian dari pemerintah kabupaten dan OPD terkait.

"Aspirasi tersebut merupakan bentuk partisipasi anak dalam pembangunan yang perlu didengar dan ditindaklanjuti," jelas Sulviah.

Menurutnya, perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. "Perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama yang membutuhkan kolaborasi pemerintah, keluarga, sekolah, dunia usaha dan pemangku kepentingan," ujarnya.

Bunda Forum Anak: Mimpi Kalian Bagian dari Masa Depan Enrekang

Ketua TP PKK Kabupaten Enrekang, Hj. Ratnawati Yusuf Ritangnga, yang juga menjabat sebagai Bunda Forum Anak Massenrempulu, menyampaikan apresiasinya. Ia menekankan bahwa anak bukan sekadar penerima manfaat pembangunan, melainkan bagian penting dari pembangunan itu sendiri.

"Anak-anakku jangan pernah merasa kecil hati karena usia kalian masih muda, tetapi suara kalian itu penting, gagasan kalian itu berharga, mimpi kalian adalah bagian dari masa depan Enrekang," kata Ratnawati.

Ia juga meminta DP3A melibatkan TP PKK dalam kegiatan pemenuhan hak dan perlindungan anak ke depan. "Kami di PKK juga akan turun memberikan edukasi kepada anak-anak usia dini dan para orang tua dan itu ada pada Pokja 1 dan 2," katanya.

Pemerintah Kabupaten Enrekang sendiri menegaskan komitmennya untuk memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan, kesehatan, perlindungan, dan pengasuhan yang layak. Bupati menyebut kesejahteraan anak menjadi kunci terciptanya lingkungan yang aman dan ramah bagi mereka.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: upeks.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top