SULAWESI SELATAN — Momentum penguatan IHSG masih berpotensi berlanjut. Mengutip riset MNC Sekuritas, pada perdagangan Jumat (7/8), indeks ditutup naik 1,04% ke posisi 6.409, disertai munculnya volume pembelian yang signifikan. Secara teknikal dalam timeframe weekly, penguatan 2,78% tersebut juga diikuti peningkatan volume, menandakan partisipasi pasar yang sehat.
Analis MNC Sekuritas menyebutkan, IHSG saat ini diperkirakan berada pada bagian awal dari wave v dari wave (c) dari wave [iv]. Pola ini mengindikasikan indeks masih memiliki tenaga untuk mendaki ke rentang 6.440 hingga 6.544 sebelum berpotensi mengalami koreksi teknikal.
Kendati demikian, investor perlu mencermati potensi pembalikan arah jangka pendek. MNC Sekuritas mengidentifikasi area 6.371-6.390 sebagai zona support terdekat yang harus dipertahankan. Jika level tersebut ditembus, indeks berisiko melanjutkan pelemahan menuju support berikutnya di 6.201.
Berdasarkan perhitungan analis, IHSG saat ini berada pada area support di level 6.319 dan 6.201. Adapun resistance terdekat berada di angka 6.454, dengan resistance lebih jauh di level 6.599. Penembusan resistance pertama akan menjadi konfirmasi penguatan lanjutan.
MNC Sekuritas menyoroti dua emiten yang menarik untuk dicermati pada perdagangan pekan depan, yakni PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Kedua saham ini menunjukkan sinyal teknikal yang berbeda, namun sama-sama memiliki potensi keuntungan jangka pendek.
Untuk BULL, saham emiten pelayaran ini ditutup menguat 1,33% ke level Rp456 dengan volume pembelian yang tinggi. Selama harga mampu bertahan di atas level stoploss Rp422, saham ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave 3 dari wave (C).
Sementara itu, BUMI menguat lebih agresif, yakni 4,47% ke posisi Rp187 dengan volume pembelian yang solid. Posisi saham tambang batu bara ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [v] dari wave C, mengindikasikan potensi penguatan masih terbuka.
Strategi Buy on Weakness untuk BUMI memberikan peluang bagi investor yang ingin masuk pada saat harga mengalami koreksi tipis. Area entry direkomendasikan di rentang Rp175-Rp184, dengan target kenaikan menuju Rp194 dan Rp210.
Investasi mengandung risiko. Seluruh rekomendasi analis merupakan pandangan dari MNC Sekuritas dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Investor disarankan melakukan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan.