Asesor UNESCO Sebut Karst Maros-Pangkep Kelas Dunia, Masyarakat Lokal Jadi Kunci Utama Raih Green Card

Penulis: Ramli Siregar  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 14:33:50 WIB
Asesor UNESCO menyampaikan apresiasi terhadap pengelolaan Karst Maros-Pangkep yang dinilai berkelas dunia dalam agenda revalidasi status Green Card.

MAROS — Pujian tersebut disampaikan Soojae Lee dalam agenda resmi revalidasi yang menentukan kelanjutan status Green Card geopark berskala internasional tersebut. Ia menilai kawasan ini bukan sekadar destinasi wisata, melainkan lanskap geologi paling istimewa yang pernah dikunjunginya.

"Ini pengalaman yang luar biasa. Kalian memiliki warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya yang sangat istimewa. Kalian hidup di salah satu tempat terbaik di dunia," ujarnya dalam keterangan yang diterima redaksi.

Lebih dari Sekadar Tebing Kapur dan Wisata Perahu

Bagi sebagian besar wisatawan, Maros-Pangkep mungkin identik dengan keindahan Rammang-Rammang atau lukisan purba di Leang-Leang. Namun, di mata para ahli, kawasan ini merupakan bentang alam karst tropis yang menyimpan jejak evolusi bumi selama jutaan tahun.

Keunikan geologi tersebut mencakup gua purba, sungai bawah tanah, menara karst, hingga situs seni figuratif tertua di dunia yang ditemukan di Leang-Leang. Para ilmuwan menyebut kawasan ini sebagai geoheritage dengan nilai ilmiah, edukasi, dan konservasi tingkat global.

Mengapa Masyarakat Lokal Menjadi Penentu Utama?

Dalam konsep geopark dunia, penilaian tidak hanya berfokus pada keindahan alam. Ada tiga pilar utama yang menjadi syarat: konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Pada aspek inilah Maros-Pangkep dinilai unggul oleh tim asesor.

Direktur Sumber Daya Energi, Mineral, dan Pertambangan Kementerian PPN/Bappenas sekaligus Sekretariat Komite Nasional Geopark Indonesia, Togu Santoso Pardede, mengungkapkan kekaguman asesor terhadap pemahaman warga setempat.

"Asesor heran karena mulai dari tingkat pemerintah hingga masyarakat memahami konsep geopark dengan sangat baik. Itu menjadi kekuatan utama Maros-Pangkep," kata Togu.

Target Mempertahankan Green Card UNESCO

Saat ini, pemerintah daerah tengah berupaya mempertahankan Green Card UNESCO, sebuah pengakuan bahwa pengelolaan geopark berjalan sesuai standar internasional. Kepala Dinas Pariwisata Maros, Suwardi Sawedi, optimistis status tersebut dapat dipertahankan.

Optimisme itu didasari oleh pengembangan konsep pariwisata berkelanjutan yang tengah berjalan. Model ini dirancang untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa merusak ekosistem karst yang rapuh.

Kelompok sadar wisata, pelaku UMKM, dan pemandu lokal disebut-sebut menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian kawasan. Mereka tidak hanya berperan sebagai penonton, tetapi pelaku utama dalam setiap upaya konservasi.

Jika Green Card kembali dipertahankan, Maros-Pangkep akan semakin mengukuhkan posisinya sebagai laboratorium alam terbuka dan destinasi geowisata kelas dunia. Bagi masyarakat lokal, kawasan ini adalah rumah yang diakui UNESCO sebagai salah satu tempat terbaik di planet ini.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: katasulsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top