Disney+ Siapkan Layanan Streaming Gratis Bersponsor Iklan untuk Saingi YouTube dan Tubi

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:03:31 WIB
Disney+ siapkan layanan streaming gratis dengan iklan untuk bersaing di pasar global.

SULAWESI SELATAN — Laporan terbaru dari Business Insider mengungkap bahwa Disney+ sedang mempertimbangkan untuk membuka sebagian besar perpustakaannya secara gratis. Wacana ini disampaikan langsung oleh Chief Product and Technology Officer Disney, Adam Smith, dalam sebuah town hall internal pada Kamis pekan lalu. Belum ada kepastian judul film atau serial apa saja yang akan masuk ke tier gratis tersebut, termasuk kapan layanan ini akan resmi diluncurkan.

Mengapa Disney+ Kini Melirik Model Gratis?

Langkah Disney+ ini bukan tanpa alasan. Data terbaru dari Nielsen menunjukkan tren pergeseran signifikan perilaku menonton di Amerika Serikat. Pada April 2026, layanan streaming gratis (FAST) menguasai 18,7% dari total waktu tonton televisi di AS, naik dari 16,8% pada April 2025 dan 12,7% pada April 2024.

Kenaikan dua digit ini menandakan bahwa konsumen mulai jenuh dengan kenaikan harga berlangganan layanan streaming berbayar. Tubi dan YouTube, sebagai pemain utama layanan gratis, menjadi tujuan utama para pemirsa yang ingin menghemat pengeluaran bulanan.

Strategi Diferensiasi di Tengah Perang Streaming

Dengan menghadirkan konten gratis, Disney+ bisa menciptakan posisi yang lebih unik di antara kompetitor utamanya seperti Netflix dan Amazon Prime. Strategi ini sebenarnya sudah diterapkan oleh pesaing lain. Apple TV+ dan Paramount+, misalnya, sudah mengizinkan non-subscriber untuk menonton beberapa episode pertama secara cuma-cuma sebagai pintu masuk promosi.

Model "free tier" Disney+ diperkirakan akan berbeda. Laporan menyebutkan bahwa layanan ini kemungkinan akan didanai penuh oleh iklan, mirip dengan model bisnis Pluto TV atau Tubi. Pengguna tidak perlu mendaftar kartu kredit atau berlangganan, cukup menonton dan menerima slot iklan yang disisipkan di tengah tayangan.

Apa Dampaknya bagi Pengguna Indonesia?

Meski kabar ini masih sebatas wacana internal, potensi hadirnya Disney+ gratis tentu menarik bagi pasar Indonesia. Saat ini, harga berlangganan Disney+ Hotstar di Indonesia berkisar Rp 39.000 hingga Rp 59.000 per bulan, tergantung paket. Jika tier gratis benar-benar hadir, pengguna Tanah Air bisa mengakses konten unggulan Marvel, Star Wars, atau National Geographic tanpa biaya—dengan konsekuensi menonton iklan.

Belum ada informasi apakah tier gratis ini akan menjangkau pasar Asia Tenggara atau hanya terbatas di Amerika Serikat. Keputusan akhir masih menunggu hasil evaluasi internal Disney dalam beberapa bulan ke depan.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top