Pertamina Mulai Suntikkan Polimer ke Lapangan Minyak Lepas Pantai, Target Produksi Terjaga Hingga 2030

Penulis: Ujang Rahmat  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 16:14:31 WIB
Pertamina mulai injeksi polimer di Lapangan Rama untuk menjaga produksi minyak hingga 2030.

SULAWESI SELATAN — CEOR berbasis polimer bukanlah teknologi baru di industri minyak dunia, namun penerapannya di lingkungan lepas pantai Indonesia baru pertama kali dilakukan. Proyek di Lapangan Rama ini membutuhkan kajian panjang sebelum akhirnya dinyatakan layak eksekusi.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa tim telah melalui serangkaian studi bawah permukaan (subsurface), analisis laboratorium, hingga desain teknik operasional lepas pantai. “EOR berbasis polimer ini juga telah melalui proses assessment dan review yang melibatkan para ahli EOR di lingkungan SKK Migas dan Pertamina,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (11/1).

Semua tahapan itu, kata Simon, dilakukan untuk memastikan aspek teknis, operasional, dan keselamatan berjalan sesuai standar sebelum injeksi dimulai.

Cara Kerja Suntikan Polimer dan Target yang Dikejar

Secara teknis, metode ini bekerja dengan menyuntikkan larutan polimer ke dalam reservoir. Zat tersebut berfungsi meningkatkan “sweep efficiency” — kemampuan mendorong minyak yang tersisa di pori-pori batuan agar mengalir ke sumur produksi.

Lapangan Rama sendiri merupakan lapangan tua (mature) yang produksi minyaknya sudah menurun secara alamiah. Simon menegaskan bahwa lapangan mature bukanlah aset yang selesai, melainkan butuh inovasi. “Pada akhirnya, teknologi bukanlah tujuan. Teknologi adalah cara kita menjaga amanah bangsa,” katanya.

PHE OSES menargetkan manfaat penuh dari proyek ini bisa dirasakan hingga tahun 2030. Jika berhasil, teknologi ini akan menjadi cetak biru bagi pengembangan CEOR di lapangan lepas pantai lainnya di Indonesia.

Dampak bagi Produksi Minyak Nasional

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyebut injeksi perdana ini sebagai tonggak penting. “Kami berharap CEOR mampu memberikan hasil recovery factor yang baik, dan berdampak pada meningkatnya lifting minyak nasional,” ujarnya.

Peningkatan lifting minyak nasional menjadi krusial di tengah target produksi yang terus dikebut pemerintah. Lapangan-lapangan tua seperti Rama selama ini menjadi tantangan karena biaya produksi yang tinggi dan hasil yang terus menurun. Dengan CEOR, Pertamina berharap bisa memaksimalkan setiap aset yang ada, bukan hanya bergantung pada penemuan cadangan baru.

Proyek ini juga menjadi laboratorium pembelajaran bagi Pertamina dan SKK Migas untuk mengumpulkan data operasional serta validasi kinerja teknologi. Data tersebut akan menjadi landasan untuk memperluas penerapan CEOR secara penuh (full field) di masa mendatang.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top