SULAWESI SELATAN — Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, menyebutkan luasan lahan yang terbakar bisa lebih dari dua hektare. "Kalau ditotal mungkin bisa lebih dari dua hektaran ya yang posisinya ya, yang kebakarannya," kata Ujat saat ditemui di lokasi, Selasa malam.
Proses pemadaman yang dilakukan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang sempat terkendala minimnya pasokan air. Akibatnya, upaya pemadaman di beberapa titik harus dihentikan sementara.
Sebanyak sembilan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kebakaran di TPA yang terletak di Kecamatan Mauk tersebut. Petugas disebar ke beberapa titik untuk mencegah api merambat ke area lain.
Ujat menduga kebakaran dipicu oleh cuaca panas yang diperparah embusan angin kencang. "Dugaan saya seperti itu. Dari cuaca panas, kemudian awalnya di belakang sana, lalu angin yang besar membuat penyebarannya menjadi cepat," jelasnya.
Kebakaran di TPA Jatiwaringin terjadi sejak Selasa siang, sekitar pukul 11.00 WIB. Titik api berada di gunungan sampah bagian selatan TPA. Hingga Selasa malam, petugas masih berupaya melokalisasi api agar tidak meluas ke bagian lain.
Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi pada Selasa malam menunjukkan kobaran api masih membakar area tumpukan sampah. Kepulan asap putih dan hitam membumbung tinggi ke udara.
Petugas pemadam kebakaran masih berjibaku melakukan pemadaman. Upaya pengendalian api terus dilakukan untuk mencegah dampak yang lebih luas, terutama mengingat material sampah yang mudah terbakar.