BAUBAU — PT Pelni memastikan sebanyak 11 jadwal pelayaran untuk rute Baubau-Makassar pada Juli 2026. Dua kapal yang dijadwalkan melayani lintasan ini adalah KM Lambelu dan KM Dobonsolo, masing-masing dengan frekuensi keberangkatan yang telah ditentukan.
Jadwal ini dirilis untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada masa liburan sekolah dan aktivitas ekonomi antarwilayah. Baubau sebagai salah satu kota pelabuhan utama di Sulawesi Tenggara menjadi titik keberangkatan strategis menuju Makassar, pusat perdagangan dan pendidikan di kawasan timur Indonesia.
KM Lambelu dijadwalkan berlayar sebanyak lima kali dari Baubau menuju Makassar. Sementara itu, KM Dobonsolo akan melayani enam kali pelayaran pada periode yang sama. Kedua kapal ini melayani kelas ekonomi dan kelas satu dengan kapasitas angkut yang besar.
Rincian jadwal keberangkatan dapat diakses melalui aplikasi Pelni atau kantor cabang setempat. Calon penumpang disarankan memesan tiket jauh-jauh hari, mengingat tingginya permintaan pada musim liburan.
Rute ini menjadi urat nadi transportasi bagi warga Buton, Muna, dan sekitarnya yang hendak ke Makassar. Banyak pelajar dari Sulawesi Tenggara menempuh pendidikan di Makassar, sementara pedagang memanfaatkan jalur ini untuk distribusi komoditas lokal seperti rumput laut dan jambu mete.
“Jadwal yang rutin sangat membantu kami. Terutama saat akhir pekan, tiket sering habis,” ujar seorang calon penumpang yang ditemui di Pelabuhan Baubau. Ia berharap penambahan frekuensi pelayaran bisa dilakukan secara permanen.
PT Pelni mengimbau calon penumpang untuk memanfaatkan kanal digital dalam pembelian tiket. Tiket untuk rute ini biasanya habis dalam hitungan hari setelah diumumkan. Penumpang juga diminta tiba di pelabuhan minimal dua jam sebelum keberangkatan untuk proses check-in dan boarding.
Untuk Juli 2026, seluruh jadwal sudah terkonfirmasi tanpa perubahan. Namun, PT Pelni tetap membuka kemungkinan penyesuaian jika terjadi kondisi cuaca ekstrem atau gangguan operasional.