MAKASSAR — Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan Andi Erwin Terwo mengungkapkan, kebijakan tarif khusus ini menyasar kelompok rentan yang membutuhkan dukungan mobilitas harian. Proses verifikasi data calon pengguna dilakukan dengan menunjukkan KTP dan Kartu Keluarga.
Layanan verifikasi dibuka di sejumlah titik strategis, antara lain Mall Panakkukang, Universitas Hasanuddin, terminal, hingga wilayah Kabupaten Takalar. Dinas Perhubungan juga menggandeng Bank Sulselbar untuk menyediakan layanan isi ulang kartu pembayaran elektronik sekaligus memperluas sosialisasi sistem pembayaran non tunai.
Biaya perjalanan yang lebih murah dibandingkan kendaraan pribadi menjadi faktor utama. Andi Erwin menilai potensi peningkatan jumlah pengguna masih terbuka seiring kesadaran masyarakat untuk beralih ke transportasi publik.
"Hasil pengamatan kami menunjukkan beberapa koridor, khususnya Koridor CPI, hampir selalu dipenuhi penumpang pada setiap perjalanan. Ini menjadi sinyal positif bahwa layanan Trans Sulsel semakin diminati masyarakat," kata Andi Erwin dalam keterangannya di Makassar, Kamis.
Meski sosialisasi gencar dilakukan, sejumlah kendala teknis masih membayangi. Keterbatasan lokasi pengisian ulang kartu pembayaran elektronik dan kemacetan pada sejumlah ruas jalan berdampak terhadap jadwal penjemputan penumpang.
Sosialisasi juga melibatkan pemerintah daerah melalui perangkat kecamatan hingga pemerintah desa, khususnya di Kabupaten Takalar yang menjadi salah satu wilayah layanan Trans Sulsel. Saat ini, Trans Sulsel mengoperasikan 37 unit bus yang melayani Koridor 1, Koridor 2, dan Koridor 5.
Pemprov Sulsel mencatat capaian 1,15 juta penumpang dalam satu tahun pengelolaan. Angka ini memperlihatkan tren peningkatan penggunaan transportasi publik di Sulawesi Selatan. Andi Erwin menyebut tren tersebut menjadi indikator tumbuhnya minat masyarakat terhadap angkutan massal sebagai pilihan mobilitas harian.
Ke depan, penguatan layanan, perluasan akses, dan peningkatan kualitas operasional diharapkan dapat menjaga pertumbuhan jumlah pengguna. Pemprov Sulsel juga terus mengevaluasi kebutuhan pengembangan layanan, termasuk peningkatan kualitas armada dan penguatan integrasi antarkoridor.
Calon pengguna harus melalui proses verifikasi data menggunakan KTP dan Kartu Keluarga di titik-titik yang telah ditentukan. Setelah terverifikasi, pengguna dapat melakukan isi ulang saldo kartu pembayaran elektronik di Bank Sulselbar atau lokasi yang bekerja sama.
Trans Sulsel mengoperasikan tiga koridor, yaitu Koridor 1, Koridor 2, dan Koridor 5. Seluruh koridor melayani rute di wilayah Makassar dan sekitarnya, termasuk Kabupaten Takalar yang menjadi salah satu daerah perluasan layanan.