SULAWESI SELATAN — Ribuan penumpang kereta api di Indonesia kini bisa menikmati pengalaman perjalanan yang lebih modern. KAI resmi mengoperasikan 391 unit kereta generasi terbaru berbahan stainless steel yang tersebar di berbagai rute. Kereta-kereta ini merupakan hasil dari program modernisasi sarana yang menelan investasi hingga Rp5,5 triliun.
Program ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah perseroan. Targetnya, seluruh proses modernisasi akan rampung pada tahun 2027. Dengan begitu, armada kereta yang melayani masyarakat akan semakin segar dan andal.
Kereta Stainless Steel New Generation yang dioperasikan KAI hadir dengan sejumlah pembaruan. Material stainless steel dipilih karena lebih ringan namun tetap kuat, sehingga mampu mengurangi konsumsi energi saat perjalanan. Selain itu, material ini juga lebih tahan karat dan perawatannya lebih mudah.
Dari sisi interior, setiap kereta dilengkapi dengan kursi yang lebih ergonomis, sistem pencahayaan LED, serta pendingin udara yang lebih merata. KAI juga menambahkan fasilitas colokan listrik di setiap kursi dan area khusus bagi penyandang disabilitas.
"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan. Modernisasi ini adalah wujud nyata dari komitmen tersebut," ujar Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.
Bagi penumpang, kehadiran kereta baru ini langsung terasa. Perjalanan menjadi lebih hening karena peredaman suara yang lebih baik, dan guncangan saat melaju pun berkurang berkat sistem suspensi yang ditingkatkan. Hal ini penting mengingat volume penumpang kereta api terus meningkat setiap tahunnya.
Data internal KAI menunjukkan, jumlah penumpang kereta api jarak jauh pada tahun 2024 mencapai 45,7 juta orang, naik 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan tambahan armada baru, kapasitas angkut pun bertambah, sehingga mengurangi risiko penumpukan penumpang pada musim liburan atau arus mudik.
KAI tidak berhenti di 391 unit. Perseroan masih akan mendatangkan tambahan kereta baru secara bertahap hingga 2027. Total investasi sebesar Rp5,5 triliun mencakup pengadaan sarana baru serta peremajaan beberapa unit eksisting yang sudah berusia tua.
Langkah ini sejalan dengan arahan Kementerian BUMN untuk meningkatkan kualitas layanan publik di sektor transportasi. Dengan armada yang lebih modern, KAI berharap dapat menggeser preferensi masyarakat dari kendaraan pribadi ke moda transportasi massal yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Bagi investor, modernisasi ini menjadi sinyal positif. Armada baru yang lebih efisien secara operasional berpotensi menekan biaya perawatan dan meningkatkan margin keuntungan perseroan dalam jangka panjang.