SULAWESI SELATAN — Kritik tajam datang dari internal Microsoft. Mat Velloso, yang menghabiskan 12 tahun di Microsoft sebagai Partner Director pengelola inovasi AI di Windows dan sempat menjadi penasihat teknis CEO Satya Nadella, menyebut perusahaan gagal membaca pasar. Dalam pernyataannya yang dikutip Windows Latest, Velloso mengatakan Microsoft telah "melewatkan gelombang AI" seperti sebelumnya melewatkan era internet dan mobile.
Data internal menunjukkan performa buruk produk AI unggulan Microsoft. Dari 450 juta pelanggan Microsoft 365, hanya 15 juta yang beralih ke paket Copilot berbayar. Artinya, 96,7 persen pengguna menolak fitur AI premium tersebut.
Angka ini semakin memprihatinkan jika dibandingkan dengan pengeluaran AI Microsoft yang mencapai US$37,5 miliar per kuartal. Velloso menambahkan bahwa meskipun Bing menjadi taruhan AI terbesar Microsoft, produk tersebut gagal merebut satu persen pun pangsa pasar mesin pencari dari Google.
Kegagalan tidak hanya terjadi di sisi software. Microsoft selama setahun terakhir mendorong vendor OEM untuk menyematkan Neural Processing Unit (NPU) di laptop terbaru guna menjalankan fitur AI Windows 11. Velloso menyebut investasi itu sia-sia karena "tidak ada satu pun use case berharga yang dibangun untuk NPU di Windows atau Office."
Akibatnya, OEM mengeluarkan biaya besar untuk komponen yang tidak dimanfaatkan pengguna. Kondisi ini memperburuk hubungan Microsoft dengan mitra manufaktur perangkat kerasnya.
Platform pengembangan kode milik Microsoft, GitHub, juga mengalami masalah serius. Service Level Agreement (SLA) atau jaminan keandalan layanan GitHub turun di bawah 90 persen. Bersamaan dengan meningkatnya Cost of Goods Sold (COGS) dan tekanan dari pemegang saham, Microsoft akhirnya mulai mendengarkan keluhan pelanggan.
Velloso menilai perubahan ini sebagai sinyal kepanikan. "Sepertinya Microsoft baru saja beralih dari 'hit refresh' ke 'hit factory reset'," ujarnya menanggapi gelombang pengunduran diri eksekutif senior.
Tekanan internal mulai terlihat dari kepergian tokoh-tokoh kunci. Julia Liuson, kepala Developer Division (DevDiv) Microsoft yang telah bekerja selama 34 tahun, mengundurkan diri pekan lalu. Meskipun secara resmi disebut sebagai pensiun, Velloso menilai langkah ini sebagai bagian dari reset besar-besaran organisasi.
Daftar panjang eksekutif yang hengkang atau dipindahtugaskan dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan ketidakstabilan di jajaran pimpinan Microsoft. Divisi Windows dan Xbox yang sebelumnya kerap mengabaikan masukan pengguna kini tiba-tiba memprioritaskan umpan balik dan menerapkan fitur yang diminta.
Perubahan perilaku Microsoft terlihat dari penyelenggaraan WinHEC (Windows Hardware Engineering Community) yang terakhir kali digelar hampir satu dekade lalu pada 2018. Acara ini menjadi ajang Microsoft merangkul OEM, ODM, dan vendor chipset untuk membangun ekosistem yang lebih kohesif.
Pertanyaan besarnya: apakah perombakan ini cukup untuk mengejar ketertinggalan? Velloso meragukan efektivitas langkah-langkah yang diambil sejauh ini. Dengan adopsi Copilot yang masih di bawah 4 persen dan investasi miliaran dolar yang belum membuahkan hasil, Microsoft harus bekerja keras membangun kembali kepercayaan pengguna dan mitra industrinya.