MAKASSAR — Kegiatan tersebut digelar Direktorat Sanitasi, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum, sebagai bagian dari pemantauan fasilitas pengolahan air limbah domestik di Kota Makassar. Rombongan menelusuri tahapan pengelolaan air limbah melalui fasilitas sanitasi yang menopang kebersihan lingkungan dan keberlanjutan kawasan perkotaan.
Peninjauan di IPALD Losari melibatkan jajaran pemerintah pusat, Pemerintah Kota Makassar, dan Perumda Air Minum Kota Makassar. Kolaborasi ketiga pihak itu menjadi penanda perhatian bersama terhadap infrastruktur lingkungan, khususnya sistem sanitasi dan pengolahan air limbah domestik.
Selain Andi Syahrum, hadir Renalia Iwan, ST, M.Dev, Penata Kelola Penyehatan Lingkungan Ahli Muda pada Subdirektorat Wilayah III, Direktorat Sanitasi, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar Zuhaelsi Zubir juga turut dalam rombongan.
Kehadiran lintas instansi itu membuat kondisi dan proses operasional IPALD Losari dapat ditinjau secara langsung. Hasil pemantauan menjadi bahan untuk mendorong pengelolaan lingkungan perkotaan yang lebih baik.
Andi Syahrum menyatakan dukungannya terhadap upaya peningkatan kualitas infrastruktur dasar perkotaan melalui koordinasi dan sinergi dengan pemangku kepentingan terkait. Menurut dia, pengelolaan air yang baik termasuk penanganan air limbah domestik merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas lingkungan.
"Karena itu, upaya pengelolaan air limbah perlu mendapat perhatian bersama sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan Kota Makassar yang berkelanjutan," ujarnya.
Penanganan air limbah domestik di kawasan padat seperti Tanjung Bunga menuntut fasilitas pengolahan yang beroperasi konsisten. IPALD Losari menjadi salah satu titik yang menopang kebutuhan itu di sisi selatan Kota Makassar.
Pemantauan bersama pemerintah pusat dan daerah akan menjadi rujukan untuk menilai kesiapan operasional fasilitas sanitasi di Makassar. Perumda Air Minum Kota Makassar menyatakan akan melanjutkan koordinasi dengan instansi terkait untuk mendukung peningkatan infrastruktur dasar perkotaan.