WAJO — Kunjungan pemeriksaan dipimpin Kolonel Inf Fajar Ali Nugraha selaku Inspektur Pembantu (Irut) Itjenad yang juga Ketua Tim Pemeriksa. Ia turun langsung mengecek kondisi tiga lokasi jembatan bersama sejumlah perwira pendamping.
Tim bergerak mulai dari jembatan di Desa Leppangeng, Kecamatan Belawa. Dari sana rombongan melanjutkan pengecekan ke jembatan Kelurahan Belawa, lalu menutup rangkaian di Kelurahan Sompe, Kecamatan Sabbangparu.
Setiap titik diperiksa satu per satu. Petugas menilai kondisi fisik bangunan dan membandingkannya dengan hasil pekerjaan di lapangan.
Pemeriksaan menyasar tiga jembatan yang seluruhnya sudah mencapai progres pekerjaan 100 persen. Lokasinya tersebar di dua kecamatan, yakni Belawa dan Sabbangparu, Kabupaten Wajo.
Di Desa Leppangeng, tim memeriksa konstruksi jembatan yang menghubungkan ruas jalan antarpermukiman warga. Pengecekan serupa dilakukan di Kelurahan Belawa dengan fokus pada kualitas material dan kesesuaian spesifikasi.
Jembatan ketiga di Kelurahan Sompe, Kecamatan Sabbangparu, menjadi titik terakhir dalam kunjungan itu. Tim mengecek hasil akhir pekerjaan sebelum bangunan difungsikan penuh untuk warga.
Kegiatan pemeriksaan berlangsung sebagai bagian dari koordinasi di wilayah Kodim 1406/Wajo. Sejumlah perwira mendampingi tim, termasuk Mayor Inf Azis Tike selaku Pabanda Sterdam XIV/Hasanuddin dan Kapten Czi Yusriadi selaku Dansubdenzibang 041/XIV Bone.
Dari sisi satuan kewilayahan, Kapten Inf Asriadi selaku Ws. Pasiter Kodim 1406/Wajo turut hadir. Kapten Inf Muh. Nawir selaku Danramil 1406-04/Belawa dan Serma Zulkifli yang mewakili Danramil 1406-08/Sabbangparu juga mengikuti pengecekan.
Peltu Awal dari Unit Intel Kodim 1406/Wajo yang mewakili Danunit Intel melengkapi rombongan. Kehadiran mereka memastikan data lapangan tercatat rapi sejak awal.
Pemeriksaan langsung di lapangan bertujuan mengetahui kualitas hasil pekerjaan secara riil. Cara ini juga memastikan pelaksanaan pembangunan bisa dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Jembatan di wilayah pedesaan Wajo memegang peran besar bagi mobilitas warga. Bangunan itu menghubungkan antarwilayah, memperlancar konektivitas, dan menopang aktivitas sosial maupun perekonomian masyarakat setempat.
Dengan progres yang sudah menyentuh 100 persen, tahap berikutnya bergantung pada hasil evaluasi tim pemeriksa. Bila seluruh temuan lapangan sesuai spesifikasi, jembatan bisa segera dimanfaatkan warga Kecamatan Belawa dan Sabbangparu.